Rabu, 17 Juni 2026

Kementan Bidik Indonesia Jadi Eksportir Buah dan Florikultura Terbesar Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 18:00 WIB
Kementan Bidik Indonesia Jadi Eksportir Buah dan Florikultura Terbesar Dunia
Penyelenggaraan Nusa Horti 2026 di ICE BSD, pada 12-14 Juni 2026.

Tangerang (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan Indonesia menjadi eksportir buah dan florikultura nomor satu dunia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Dilansir dari laman Kementan, untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah memperkuat promosi, standardisasi mutu, serta perluasan akses pasar internasional melalui penyelenggaraan Nusa Horti 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, pada 12-14 Juni 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Hotman Fajar Simanjuntak mengatakan Nusa Horti menjadi wadah strategis yang mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri untuk mendorong peningkatan ekspor hortikultura nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya mendorong produk pertanian Indonesia menembus pasar global guna meningkatkan pendapatan petani.

"Kalau tanaman hias untuk aquascape dan ikan hias Indonesia sudah mampu menjadi nomor satu dunia, kenapa hortikultura tidak bisa? Karena itu dibuat wadah Nusa Horti untuk memperkenalkan seluruh potensi buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura Indonesia kepada pasar yang lebih luas," ujar Hotman.

Ia menjelaskan seluruh produk yang dipamerkan dalam ajang tersebut merupakan hasil karya petani, kelompok tani, dan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, hal itu membuktikan besarnya potensi hortikultura nasional untuk bersaing di pasar global.

"Semua yang ditampilkan adalah produk asli Indonesia, tidak ada produk impor. Ini menunjukkan bahwa potensi kita sangat besar dan layak bersaing di pasar global," katanya.

Selain promosi, Hotman menegaskan penguatan standar mutu dan sistem ketertelusuran produk (traceability) menjadi faktor penting untuk memperluas pasar ekspor. Pasalnya, kedua aspek tersebut merupakan persyaratan utama yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

"Kita harus memastikan mutu produk terstandar dan traceability berjalan dengan baik karena itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor yang disyaratkan negara tujuan," jelasnya.

Kementan juga terus memperkuat program business matching dengan pelaku usaha, komunitas, dan buyer internasional. Menurut Hotman, komunitas tanaman dan florikultura memiliki jaringan pasar global yang dapat membantu petani dan UMKM menembus pasar luar negeri.

Sebagai regulator, pemerintah berkomitmen memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan ekspor sekaligus menyederhanakan regulasi untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura Indonesia.

"Kami akan terus memediasi dan memfasilitasi. Jika ada hambatan regulasi, akan kami sederhanakan agar para pelaku usaha, petani, dan UMKM lebih mudah menembus pasar internasional," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Percepat Luas Tambah Tanam untuk Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman Kekeringan
Mentan Amran Konsolidasikan 170 Bupati, Fokus Perkuat Irigasi dan Perkebunan
Sumur Bor Dalam di Mojokerto Dibangun Kementan–KemenPU, Biaya Petani Turun 80 Persen
komentar
beritaTerbaru