Sabtu, 25 April 2026

Lomba Kreasi Minuman Herbal Meriahkan Peringatan Hari Kartini 2026 di Jateng

Sabtu, 25 April 2026 08:35 WIB
Lomba Kreasi Minuman Herbal Meriahkan Peringatan Hari Kartini 2026 di Jateng
Lomba kreasi minuman herbal mewarnai peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar DWP Provinsi Jawa Tengah, 23 April 2026.

Semarang (buseronline.com) - Lomba kreasi minuman herbal mewarnai peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan yang berlangsung di halaman samping Kantor DWP Jateng itu diikuti oleh perwakilan dari 37 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng.

Beragam bahan alami seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh, hingga jeruk lemon tampak tersaji rapi di meja peserta. Dengan penuh ketelitian, para anggota DWP meracik minuman herbal yang tidak hanya menonjolkan manfaat kesehatan, tetapi juga tampilan yang menarik.

Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah, Indah Sumarno menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi perempuan untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

"Momentum Hari Kartini ini kami manfaatkan untuk mendorong ibu-ibu agar lebih kreatif dan inovatif, serta mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Salah satu inovasi menarik datang dari Jeanne MJ Pattalala Sucahyo, anggota DWP Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng. Ia memperkenalkan minuman herbal berbasis beras hitam bernama "Ramuya".

Minuman tersebut diracik dari tujuh bahan, yakni beras hitam, jahe, gula aren, sereh, cengkeh, kapulaga, dan kayu manis. Selain kaya antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan perempuan, produk ini juga telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp25.000 per botol.

Kreasi lainnya ditampilkan DWP Dinas Komunikasi dan Digital (Diskomdigi) Jateng melalui minuman bertema "Liquid Botox Tea". Kombinasi jahe dan sereh yang direbus, dipadukan dengan perasan lemon serta bunga telang, menghasilkan warna ungu yang unik dan menarik minat generasi muda.

Pengurus DWP Diskomdigi Jateng, Eka Enrico Adrian berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah dijangkau.

Dari hasil penilaian dewan juri, DWP Disperindag Jateng berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati DWP Diskomdigi Jateng, sementara juara ketiga diraih DWP Dinas Pendidikan Jateng.

Indah Sumarno menambahkan, lomba ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang telah dilaksanakan pada Februari 2026. Ia juga menilai produk yang dihasilkan peserta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal minuman herbal sebagai alternatif sehat, sekaligus mengurangi konsumsi minuman tinggi gula.

"Harapannya, selain meningkatkan ekonomi keluarga, anak-anak juga semakin mengenal minuman herbal dengan kemasan kekinian," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Fatayat NU Didorong Konsisten Lindungi Perempuan dan Anak
Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jateng Turun, TP PKK Perkuat Program Intervensi
Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha
Pemprov Jateng Perkuat Pembangunan Keluarga Lewat Program Bangga Kencana
Polairud Polri Bongkar Penyelundupan 47 Ribu Benih Lobster Ilegal di Serang
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
komentar
beritaTerbaru