DKD Toba Gelar Lomba Menulis Aksara Batak, 51 Pelajar SMP Ambil Bagian
Balige (buseronline.com) Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Toba menggelar Lomba Menulis Aksara Batak tingkat SMP dan pagelaran budaya
Pendidikan 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah kian memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia.
Dilansir dari laman Kementan, gangguan jalur logistik, eskalasi konflik, hingga ketidakpastian perdagangan internasional berpotensi menekan pasokan dan mendorong lonjakan harga pangan global. Sejumlah negara mulai mengambil langkah antisipatif.
Rusia, misalnya, menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS guna menghadapi potensi krisis yang semakin meningkat. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang kuat di sektor pangan.
Baca Juga: Tantangan Pembiayaan Iklim Global Disorot Wamenkeu Thomas di Forum BRICS
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 4,7 juta ton tertinggi sepanjang sejarah dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton.
Selain cadangan pemerintah, ketersediaan beras di pasar domestik serta sektor hotel, restoran, dan katering (HoReCa) mencapai sekitar 12 juta ton. Sementara itu, produksi dari standing crop diperkirakan terus menopang pasokan hingga akhir tahun.
Dengan tiga lapisan ketersediaan tersebut, Indonesia dinilai mampu menjaga kecukupan pangan nasional hingga 11 bulan ke depan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai kunci kemandirian bangsa, terutama dalam menghadapi krisis global.
"Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna Januari 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa langkah penguatan cadangan pangan telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat, sesuai arahan Presiden.
"Sejak awal, Bapak Presiden sudah menekankan pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian," kata Amran.
Ia menambahkan, posisi cadangan pangan saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai skenario krisis global.
"Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan," tegasnya.
Balige (buseronline.com) Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Toba menggelar Lomba Menulis Aksara Batak tingkat SMP dan pagelaran budaya
Pendidikan 7 jam lalu
Medan (buseronline.com) Panitia Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara menetapkan jadwal pendaftaran bakal
Regional 7 jam lalu
Balige (buseronline.com) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Toba menggelar GAMKI Got Talent Solo Singing Competition sebagai
Pendidikan 7 jam lalu
Balige (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus mendorong pelestarian tanaman endemik sekaligus pengembangan ekonomi kre
Ekonomi 7 jam lalu
Cimahi (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa B
Pendidikan 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat pembangunan pendidikan melalui em
Pendidikan 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat pendidikan antikorupsi di kalangan generasi muda.adsenseDi
Hukum & Peristiwa 8 jam lalu
Medan (buseronline.com) Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Medan Ny Airin Rico Waas mengajak anakanak untuk memahami langkahlangkah penyela
Kesehatan 9 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan memperkuat
Ekonomi 10 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan Adibahasa 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikda
Pendidikan 11 jam lalu