Aliansi Pemuda Tapanuli Utara Aksi di DPRD dan Kantor Bupati
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Tapanuli Utara menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Tapanuli U
Hukum & Peristiwa 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah kian memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia.
Dilansir dari laman Kementan, gangguan jalur logistik, eskalasi konflik, hingga ketidakpastian perdagangan internasional berpotensi menekan pasokan dan mendorong lonjakan harga pangan global. Sejumlah negara mulai mengambil langkah antisipatif.
Rusia, misalnya, menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS guna menghadapi potensi krisis yang semakin meningkat. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang kuat di sektor pangan.
Baca Juga: Tantangan Pembiayaan Iklim Global Disorot Wamenkeu Thomas di Forum BRICS
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 4,7 juta ton tertinggi sepanjang sejarah dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton.
Selain cadangan pemerintah, ketersediaan beras di pasar domestik serta sektor hotel, restoran, dan katering (HoReCa) mencapai sekitar 12 juta ton. Sementara itu, produksi dari standing crop diperkirakan terus menopang pasokan hingga akhir tahun.
Dengan tiga lapisan ketersediaan tersebut, Indonesia dinilai mampu menjaga kecukupan pangan nasional hingga 11 bulan ke depan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai kunci kemandirian bangsa, terutama dalam menghadapi krisis global.
"Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna Januari 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa langkah penguatan cadangan pangan telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat, sesuai arahan Presiden.
"Sejak awal, Bapak Presiden sudah menekankan pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian," kata Amran.
Ia menambahkan, posisi cadangan pangan saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai skenario krisis global.
"Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan," tegasnya.
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Tapanuli Utara menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor DPRD dan Kantor Bupati Tapanuli U
Hukum & Peristiwa 4 jam lalu
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat investasi masyarakat dalam pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pem
Ekonomi 5 jam lalu
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian diplomasi strategisnya dengan melakukan pertemuan bersama Presiden Repu
Ekonomi 5 jam lalu
Pekalongan (buseronline.com) Pemerintah Kota (Pemko) Pekalongan memberikan keringanan kepada masyarakat melalui kebijakan penghapusan dend
Ekonomi 7 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola Kawasan I
Ekonomi 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan antikorupsi dan transparan
Pendidikan 9 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat komitmen pembangunan keluarga melalui impleme
Kesehatan 10 jam lalu
Washington DC (buseronline.com) Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin memimpin delegasi Kementerian Pertahanan RI dala
Hukum & Peristiwa 10 jam lalu
Pekalongan (buseronline.com) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai menjadi ujung tombak dalam edukasi pem
Kesehatan 11 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah kian memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pangan
Ekonomi 12 jam lalu