Selasa, 01 September 2026

Kementan Perkuat Implementasi Nilai Ekonomi Karbon untuk Dorong Pertanian Rendah Emisi

Kamis, 16 April 2026 13:45 WIB
Kementan Perkuat Implementasi Nilai Ekonomi Karbon untuk Dorong Pertanian Rendah Emisi
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah menyusun regulasi turunan, termasuk Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait struktur Komite Pengarah NEK, serta Peraturan Menteri Pertanian tentang pelaksanaan instrumen ekonomi karbon di sektor pertanian.

Selain itu, Kementan juga tengah menyiapkan sejumlah peta jalan strategis, seperti Net Zero Emission sektor pertanian, Enhanced NDC, hingga peta jalan implementasi NEK.

Ke depan, Kementan akan memperkuat sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) berbasis data real-time, mengembangkan praktik pertanian rendah emisi, serta meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh dalam literasi karbon. Skema insentif ekonomi seperti carbon pricing dan pembayaran berbasis hasil juga akan didorong.

"Keberhasilan implementasi NEK membutuhkan sinergi lintas sektor, penguatan kelembagaan, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Kami mengharapkan dukungan Komisi IV DPR RI agar kebijakan ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani," tutup Sudaryono.

Kementan optimistis, melalui implementasi NEK yang terarah, sektor pertanian tidak hanya mampu menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar karbon global. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa Berfokus Angkat Rakyat dari Kemiskinan
Pemerintah Buka Akses Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Bupati Taput Jemput Bola ke BBWS Sumatera II, Percepatan Infrastruktur SDA Jadi Prioritas
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Bantuan Beras kepada 2.782 Keluarga di Sipoholon
Pemkab Toba Sambut 30 Delegasi IIGCE 2026, Potensi Pariwisata Jadi Sorotan
komentar
beritaTerbaru