Wagub Jateng Usulkan Pendidikan Vokasi Dimulai Sejak Jenjang SMP
Semarang (buseronline.com) Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia mulai dikenalkan s
Pendidikan 60 detik lalu
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional dari semula empat tahun menjadi hanya satu tahun melalui berbagai langkah strategis dan terintegrasi.
Dilansir dari laman Kementan, kebijakan ini dijalankan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Percepatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi sektor pertanian yang menghadapi berbagai tantangan pada awal pemerintahan, mulai dari penurunan produksi beras, keterbatasan pupuk, hingga kerusakan jaringan irigasi. Selain itu, distribusi sarana produksi juga dinilai belum optimal.
Mentan Amran menjelaskan, arahan percepatan swasembada pangan diberikan langsung oleh Presiden untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Kementan Dorong Hilirisasi Riset, Pakan Probiotik IPB Tingkatkan Produktivitas Ayam
"Bapak Presiden menugaskan agar swasembada pangan dicapai secepat-cepatnya. Kita siapkan lompatan bersama agar terwujud, petani sejahtera dan masyarakat tersenyum," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Kementan melakukan deregulasi besar-besaran dengan menyederhanakan 547 regulasi, termasuk mencabut 291 aturan yang dinilai menghambat. Pemerintah juga menerbitkan 28 regulasi strategis untuk mempercepat produksi pangan nasional.
Di sektor pupuk, pemerintah mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton serta menurunkan harga hingga 20 persen. Akses petani juga dipermudah dengan penggunaan KTP sebagai syarat penebusan pupuk, menggantikan sistem sebelumnya yang dinilai menyulitkan.
Selain itu, pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dilakukan guna menjamin ketersediaan pasokan dalam jangka panjang. Dari sisi anggaran, Kementan melakukan efisiensi sebesar Rp3,8 triliun yang dialihkan ke program produktif seperti penyediaan benih unggul, pompanisasi, dan alat mesin pertanian.
Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lahan hingga 5 juta hektare, program pompanisasi pada 1 juta hektare lahan tadah hujan, serta pencetakan sawah baru hingga 3 juta hektare, termasuk di Kalimantan Tengah.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur dengan membangun dan merevitalisasi 61 bendungan serta memperbaiki jaringan irigasi yang sebelumnya mengalami kerusakan signifikan.
Semarang (buseronline.com) Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia mulai dikenalkan s
Pendidikan 60 detik lalu
Sorong (buseronline.com) Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol Dr M Fadil Imran MSi mendorong transformasi p
Hukum & Peristiwa 42 menit lalu
Gunungsitoli (buseronline.com) Pembangunan kembali atau rekonstruksi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias ditargetkan rampung pada Desember 2026
Pendidikan satu jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten
Kesehatan 2 jam lalu
Medan (buseronline.com) Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap menghadiri resepsi diplomatik dalam rangka Perayaan Hari Nasional Pranc
Ekonomi 3 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Tim penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya menj
Hukum & Peristiwa 4 jam lalu
Kendal (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak di SMP IT Rabbani, Kamis, sebagai upaya mem
Kesehatan 5 jam lalu
Ciamis (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Ciamis meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Edukasi dan
Pendidikan 6 jam lalu
Medan (buseronline.com) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa bagi
Kesehatan 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Program biodiesel B50 dan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menjadi bukti nyata implementasi vis
Ekonomi 8 jam lalu