Selasa, 26 Mei 2026

Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

Kamis, 09 April 2026 17:00 WIB
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Pertamina NRE menjalin kerja sama dengan CRecTech Pte Ltd untuk mengembangkan potensi energi baru terbarukan melalui pemanfaatan biogas menjadi biometanol. Kerja sama tersebut ditandai dengan MoU pada 1 April 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja sama dengan CRecTech Pte Ltd untuk mengembangkan potensi energi baru terbarukan melalui pemanfaatan biogas menjadi biometanol. Dilansir dari laman Pertamina, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 1 April 2026.

Kolaborasi ini difokuskan pada eksplorasi pembangunan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra. Proyek ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.

CEO Pertamina NRE, John Anis, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal, khususnya dari limbah kelapa sawit.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan biogas yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol. "Kami optimistis kolaborasi ini dapat membangun rantai nilai bahan bakar hijau yang kompetitif dan berkelanjutan," ujarnya.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan melakukan studi kelayakan untuk menilai potensi pengembangan fasilitas tersebut. Apabila hasilnya positif, teknologi katalitik CRecREF™ milik CRecTech akan diterapkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

CEO CRecTech, Kang Hui Lim, menyebut teknologi yang dikembangkan perusahaannya mampu mengonversi biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia dan bahan bakar hijau bernilai tinggi secara efisien.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi biogas yang besar, terutama dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME), yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi biometanol dalam skala komersial.

Pengembangan biometanol dinilai penting dalam mendukung dekarbonisasi sektor maritim, seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar rendah karbon di industri pelayaran global.

Ke depan, proyek ini diharapkan mampu menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai pusat produksi bahan bakar hijau di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan optimalisasi energi terbarukan nasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Jateng Raih Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen, Program Swasembada Pangan Dipuji OJK
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Pertamina Gandeng ERIA Kembangkan Riset Transisi Energi Berkelanjutan
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
komentar
beritaTerbaru