Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan program mudik dan balik rantau gratis pada Lebaran 2026.
Program tahunan ini disiapkan untuk memastikan masyarakat Jawa Tengah dapat melakukan perjalanan mudik dan kembali ke perantauan secara aman, nyaman, dan terjangkau.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta unsur dunia usaha, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, dilansir dari laman Humas Jateng.
Sumarno menyampaikan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam memfasilitasi masyarakat Jawa Tengah yang akan mudik maupun kembali ke perantauan saat Lebaran 2026.
“Yang kita lakukan ini adalah untuk memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di tahun 2026,” ujar Sumarno.
Menurutnya, program mudik dan balik rantau gratis merupakan agenda rutin tahunan yang terus disempurnakan dari tahun ke tahun. Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, hingga dunia usaha, yang turut menyediakan armada transportasi.
Meski demikian, Sumarno menegaskan pentingnya pemenuhan standar keselamatan dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia menekankan agar seluruh armada dan kru yang bertugas benar-benar memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan. Armada dan kru harus dipastikan laik jalan dan siap melayani masyarakat,” tegasnya.
Hingga saat ini, Pemprov Jawa Tengah telah menginventarisasi sebanyak 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani program mudik dan balik rantau gratis Lebaran 2026. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah agar minimal menyamai jumlah armada pada tahun sebelumnya yang mencapai 383 unit bus.
“Untuk saat ini kita masih memiliki pekerjaan rumah karena jumlah armada masih di bawah tahun 2025. Namun kita berupaya agar minimal sama, dan syukur-syukur bisa ada tambahan armada,” jelas Sumarno.
Selain penambahan armada, Pemprov Jawa Tengah juga menerima masukan dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait perlunya penambahan titik pemberangkatan dan tujuan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemprov akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan lebih dekat dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini bagian dari upaya kami memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau gratis pada Lebaran 2026.
“Pemetaan ulang sebenarnya sudah kami lakukan, terutama untuk peserta balik rantau gratis,” ujar Arief Djatmiko yang akrab disapa Miko.
Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Kabupaten Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara Terminal Tipe A Mangkang memiliki titik satelit di Kabupaten Jepara dan Blora.
Adapun Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sebagai informasi, rencana pelaksanaan mudik gratis Lebaran 2026 dijadwalkan pada 16–17 Maret 2026 dengan titik pemberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen Jakarta. Sementara pelaksanaan balik rantau gratis direncanakan berlangsung pada 27–28 Maret 2026.
Pendaftaran peserta mudik gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sedangkan pendaftaran mudik gratis menggunakan kereta api dijadwalkan mulai 11 Februari 2026. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar