Rabu, 27 Mei 2026

Pemprov Jateng Berikan Bantuan PLTS untuk Pengrajin Tusuk Sate Banyumas

Sabtu, 08 November 2025 11:09 WIB
Pemprov Jateng Berikan Bantuan PLTS untuk Pengrajin Tusuk Sate Banyumas
Sejumlah anggota kelompok usaha memproduksi tusuk sate berbahan bambu menggunakan mesin bertenaga listrik di Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Kamis (6/11/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Banyumas (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil (UMK) melalui berbagai inovasi energi terbarukan.

Salah satunya dengan memberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mandiri Sejahtera di Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Bantuan ini terbukti membawa dampak besar bagi peningkatan produktivitas kelompok pengrajin tusuk sate yang mayoritas anggotanya adalah ibu rumah tangga. Kini, mereka dapat memproduksi tusuk sate berbahan bambu dengan lebih cepat dan efisien berkat penggunaan mesin bertenaga listrik yang didukung energi surya.

Ketua Kube Mandiri Sejahtera, Tutik Ariyani, mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan PLTS, proses produksi dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lama.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi, karena bisa lebih efisien waktu,” ujarnya, Kamis.

Ia menceritakan, sebelumnya kelompoknya sudah memiliki dua mesin dari bantuan pemerintah, namun keterbatasan daya listrik membuat keduanya harus digunakan bergantian di lokasi berbeda.

“Ada dua mesin tapi listriknya nggak mumpuni, sehingga mesin dibagi di dua tempat. Sekarang, setelah ada listrik tenaga surya dari Pemprov Jateng, produksi kami meningkat,” tambah Tutik.

Hal senada disampaikan anggota Kube, Sutijah, yang menyebutkan bahwa kini sekitar 10 perempuan aktif memproduksi tusuk sate dua kali seminggu.

“Biaya produksi lebih hemat sekarang, karena kami sudah ada PLTS,” ucapnya.

Anggota lainnya, Suparmi, menuturkan bahwa bantuan PLTS membuat kegiatan produksi lebih terpusat dan produktif.

“Sekarang lebih mudah dan cepat. Dalam seminggu kami bisa menghasilkan lebih dari 100 ribu tusuk sate, dibanding dulu paling 25 ribu tusuk,” katanya dengan semangat.

Peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak pada peningkatan pendapatan para anggota Kube.

“Alhamdulillah kualitas meningkat, jumlahnya juga lebih banyak,” imbuh Suparmi.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan bahwa bantuan PLTS ini merupakan bagian dari program Pemprov Jateng dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan semangat Gubernur Ahmad Luthfi Ngopeni Nglakoni Jateng.

“Pemerintah hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini disalurkan untuk usaha mikro kecil dengan anggotanya yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ujar Agus.

Ia menambahkan, bantuan energi baru terbarukan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian kelompok usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Dengan demikian, pengentasan kemiskinan ekstrem akan terwujud,” paparnya.

Agus juga menegaskan bahwa Pemprov Jateng akan terus memperluas program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.

“Masih akan terus kami lakukan, untuk berinovasi dalam bidang energi baru terbarukan,” tandasnya.

Melalui bantuan ini, Pemprov Jateng tidak hanya menghadirkan solusi energi bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa untuk naik kelas melalui peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan ekonomi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru