Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan akan melakukan sejumlah pengetatan anggaran untuk mengantisipasi potensi berkurangnya dana transfer dari Pemerintah Pusat ke daerah pada 2026.
Namun, Gubernur memastikan belanja publik yang bersifat prioritas tidak akan dikurangi. Penekanan penghematan akan difokuskan pada pos belanja yang dianggap kurang urgent atau bersifat “snack”.
“Tadi disepakati semua melakukan kinerja efektif, mengefektifkan seluruh belanja. Kalau yang kemarin pinggangnya dikencengin mungkin hari ini lehernya,” ujar Dedi Mulyadi saat menutup Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Infrastruktur Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa.
Dedi menjelaskan, penghematan akan dilakukan pada belanja barang dan jasa, pemeliharaan gedung, perjalanan dinas, konsumsi, serta transportasi. Langkah ini juga bertujuan untuk menurunkan penggunaan listrik, internet, dan air di lingkungan pemerintah daerah.
“Ini adalah solusi agar kita tetap berlari kencang mewujudkan Jabar Istimewa, meski anggaran tidak sebesar sebelumnya,” kata Dedi.
Gubernur menegaskan, strategi penghematan ini bersifat terukur sehingga tidak mengurangi kinerja pemerintah. “Hanya kehilangan snack, makan siang, perjalanan dinas, listrik di malam hari tidak boleh nyala kecuali di luar, jam AC dan TV diatur, semuanya akan dikontrol,” jelasnya.
Pengingat penggunaan perangkat alat pemerintah akan diterapkan agar penghematan berjalan efektif. Untuk sistem kerja dari rumah (WFH), pengaturan akan tetap berjalan seperti biasa.
Langkah ini diharapkan memastikan Provinsi Jawa Barat tetap dapat menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik dengan optimal meski menghadapi penurunan dana transfer daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar