Selasa, 26 Mei 2026

Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Utama dalam Perubahan APBD Jateng 2025

Selasa, 29 Juli 2025 12:16 WIB
Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Utama dalam Perubahan APBD Jateng 2025
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan penjelasan atas Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung Belian, Semarang, Senin (28/7/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai upaya utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah yang digelar di Gedung Belian, Semarang, Senin. Rapat tersebut mengusung agenda penyampaian Penjelasan Gubernur atas Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025.

“Fokus utama Rancangan Perubahan APBD 2025 adalah infrastruktur. Peningkatan infrastruktur ini kita lakukan demi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujar Luthfi di hadapan para anggota dewan.

Menurutnya, prioritas pembangunan meliputi berbagai sektor strategis. Antara lain, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan, pengembangan infrastruktur teknologi dan data, pembangunan fasilitas pendidikan, serta penyediaan air bagi kebutuhan petani.

“Untuk jalan dan jembatan, fokus kita adalah memperbaiki dan membangun ruas-ruas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi jaringan irigasi demi mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menyebutkan bahwa sistem irigasi sekunder, primer, dan tersier harus tersambung secara menyeluruh agar program swasembada pangan dapat terwujud.

“Tidak boleh ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan irigasi. Kita akan bangun embung, mobile pump, serta laksanakan program konservasi hutan untuk mendukung pertanian kita,” tegasnya.

Selain itu, rehabilitasi pelabuhan dan dermaga perikanan, peningkatan akses internet di desa dan kecamatan, serta alokasi bantuan keuangan infrastruktur bagi kabupaten/kota dan desa, juga menjadi bagian dari prioritas dalam perubahan anggaran tersebut.

“Kita ingin perubahan ini segera di-acc dan diajukan ke Kemendagri, agar OPD bisa langsung bergerak,” tegas Luthfi.

Dari sisi fiskal, rancangan perubahan APBD Provinsi Jateng 2025 menunjukkan proyeksi kenaikan pendapatan daerah sebesar Rp88,4 M. Dari semula Rp 24,48 T menjadi Rp24,57 T. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta sumber pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Sementara itu, total belanja daerah juga mengalami penambahan sebesar Rp303,1 M, dari sebelumnya Rp24.84 T menjadi Rp25.15 T. Tambahan anggaran ini dialokasikan untuk berbagai program prioritas, seperti program speling, penguatan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, serta pengentasan kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan penyaluran bantuan sosial.

Menutup penjelasannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan harapannya agar perubahan APBD tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.

“Semoga Allah meridhoi pengabdian kita dan apa yang kita perjuangkan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat, dalam rangka membangun Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru