Senin, 01 Juni 2026

Jabar Antisipasi Lonjakan Harga dan Distribusi Pangan saat Liburan Sekolah

Sabtu, 28 Juni 2025 12:25 WIB
Jabar Antisipasi Lonjakan Harga dan Distribusi Pangan saat Liburan Sekolah
Tati Mustika Dewi dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat memaparkan kondisi komoditas pangan dan hortikultura serta strategi antisipasi perubahan iklim terhadap produksi pertanian dalam Rapat Koordinasi Dwimingguan Pengendalian Inf
Bandung (buseronline.com) - Provinsi Jawa Barat mencatat deflasi sebesar 0,32 persen pada Mei 2025 secara bulanan (month-to-month). Secara tahunan (year-on-year), inflasi Jawa Barat berada di angka 1,47 persen, atau masih di bawah target nasional sebesar 2,5 ±1 persen.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jabar, Budi Kurnia, menjelaskan bahwa deflasi tersebut dipicu oleh penurunan harga di beberapa kelompok pengeluaran, terutama makanan dan minuman, tembakau, transportasi, serta perlengkapan rumah tangga.

“Kelompok yang mendorong deflasi di Jabar berasal dari makanan, minuman, tembakau, transportasi, serta pemeliharaan rutin rumah tangga,” ujar Budi dalam Rapat Koordinasi Dwimingguan Ke-9 Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang digelar secara daring, Kamis.

Meski mencatatkan deflasi, Budi tetap mengingatkan adanya potensi kenaikan harga selama libur sekolah. Peningkatan mobilitas masyarakat diperkirakan dapat mendorong permintaan terhadap kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, dan daging yang sensitif terhadap fluktuasi harga.

“Liburan sekolah biasanya disertai lonjakan aktivitas masyarakat, yang berdampak pada peningkatan konsumsi BBM, transportasi, dan akomodasi. Hal ini bisa memicu inflasi pada sektor-sektor tersebut,” tambahnya.

Ia juga menyoroti potensi gangguan distribusi pangan, terutama di kawasan wisata yang rawan kemacetan, yang bisa berakibat pada terhambatnya pasokan serta ketidakseimbangan distribusi stok pangan. Budi mengingatkan bahwa perilaku belanja berlebihan masyarakat juga dapat memicu spekulasi harga oleh pedagang.

Sementara itu, Tati Mustika Dewi dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar menyampaikan bahwa produksi padi di Jawa Barat menunjukkan tren positif. Selama Januari hingga Juli 2025, produksi padi meningkat 938.223 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan bertambahnya luas panen sebesar 160.930 hektare.

“Total luas panen Januari hingga Juli diperkirakan mencapai 1.048.590 hektare, atau naik 18,13 persen. Kenaikan terbesar terjadi di Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Subang,” paparnya.

Dari sisi ketahanan pangan, Nenny Fasyaini dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar melaporkan bahwa stok 12 komoditas pangan strategis masih dalam kondisi aman dan surplus untuk bulan Juni. Namun, pada Juli 2025 diperkirakan lima komoditas—kedelai, bawang merah, bawang putih, gula konsumsi, dan minyak goreng—akan mengalami defisit akibat keterlambatan pasokan dari luar daerah.

“Distribusi pangan dari luar Jabar harus dijaga agar suplai tetap stabil dan stok tidak terganggu,” katanya.

Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ria, menyatakan bahwa harga kebutuhan pokok di sebagian besar wilayah masih tergolong stabil. Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam rentang yang dapat dikendalikan.

Perum Bulog Kantor Wilayah Jabar melalui Mujahidin melaporkan bahwa stok beras di sembilan kantor cabang Bulog di Jawa Barat masih tinggi. Di antaranya: Karawang (139.691 ton), Subang (569.051 ton), Cirebon (187.571 ton), dan Bandung (35.941 ton). Selain itu, tersedia pula stok gula sebanyak 86.069 kg, minyak goreng 246.141 liter, serta tepung terigu 22.274 kg.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar memperkirakan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan selama libur sekolah, baik dari dalam maupun luar provinsi. Pantai Pangandaran diprediksi menjadi salah satu destinasi utama yang ramai dikunjungi.

Untuk mengantisipasi lonjakan dan potensi kemacetan di daerah wisata, Dinas Perhubungan Jabar telah berkoordinasi dengan kepolisian guna memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat bahwa deflasi pada Mei 2025 membantu menahan laju inflasi tahunan di provinsi ini. Inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat 0,98 persen, sedangkan inflasi tahunan (yoy) sebesar 1,47 persen.

Komoditas yang paling berpengaruh dalam menciptakan deflasi adalah cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan bawang putih. Secara kelompok pengeluaran, deflasi terjadi di kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Menjaga Perdamaian Dunia
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Setelah Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru