Selasa, 22 September 2026

Kerja Sama ASEAN: Menteri Keuangan RI dan Jepang Perkuat Sinergi

Kamis, 08 Mei 2025 10:15 WIB
Kerja Sama ASEAN: Menteri Keuangan RI dan Jepang Perkuat Sinergi
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, bertemu dengan Menteri Keuangan Jepang, H E Katsunobu Kato, di sela-sela ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting, Minggu (4/5/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, bertemu dengan Menteri Keuangan Jepang, H E Katsunobu Kato, di sela-sela pertemuan ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting pada Minggu, waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan ASEAN, terutama dalam menghadapi tantangan tarif dari Amerika Serikat (AS).

Pertemuan ini membahas berbagai langkah strategis dalam merespons kebijakan tarif AS, sebuah situasi yang pernah dihadapi Jepang pada era 1980-an.

Sri Mulyani menyatakan bahwa pengalaman Jepang dalam mengatasi tekanan perdagangan tersebut menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam menyusun kebijakan ke depan.

“Pengalaman Jepang dalam menghadapi perang dagang dengan AS memberikan perspektif yang sangat berharga dan menjadi referensi penting dalam menyusun langkah ke depan,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, pada Senin (5/5/2025).

Menkeu Sri Mulyani menambahkan bahwa Indonesia telah mendapatkan respon positif dari pemerintah AS sebagai salah satu negara yang secara proaktif melakukan negosiasi tarif. Paket kebijakan yang telah dipersiapkan Indonesia mencakup isu tariff barrier, non-tariff barrier, serta defisit neraca perdagangan AS.

Selain itu, diskusi juga menyoroti dampak eskalasi perang tarif terhadap industri otomotif dan elektronik, sektor-sektor utama dalam perdagangan global yang didominasi oleh AS, Jepang, Tiongkok, dan Eropa.

“Kami sepakat akan pentingnya memperkuat kerja sama perdagangan di kawasan ASEAN. Kedekatan budaya, geografis, dan sejarah antara negara ASEAN+3 merupakan fondasi kuat untuk menciptakan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan,” jelasnya.

Pertemuan ini mempertegas komitmen kedua negara dalam memperkuat ekonomi kawasan, dengan fokus pada perdagangan yang berkelanjutan dan stabilitas regional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Rico Waas: P-APBD Medan 2026 Difokuskan untuk Perkuat Pelayanan Publik
Gemar Jadi Momentum Wujudkan Masyarakat Ciamis Sehat dan Bugar
Jambore Gempita 2026 Ajak Anak Bandung Baca, Berkarya, dan Berdaya
Pemkab Kendal Salurkan Hibah Insentif untuk 14.273 Pendidik Keagamaan
Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional
Luis de la Fuente Bertahan di Timnas Spanyol hingga 2032
komentar
beritaTerbaru