Hingga saat ini, realisasi pembiayaan tersebut telah mencapai sekitar Rp2,4 miliar melalui kerja sama dengan Bank BJB.
"Kita akan dorong terus. Pengembangan ini juga akan menjadi platform kerja sama keuangan, akses modal dan peningkatan kelas para pelaku usaha menjadi pelaku usaha yang bankable," ujarnya.
Farhan menambahkan, upaya meningkatkan UMKM menjadi usaha yang bankable juga harus diiringi dengan pembenahan tata kelola, mulai dari pembukuan, penyusunan rencana bisnis hingga pengelolaan keuangan.
Ia berharap Rakerda
Dekranasda Jawa Barat 2026 menghasilkan langkah konkret untuk membantu perajin dan pelaku
UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas produk.
"Semoga bisa memberikan sebuah hasil yang memastikan bahwa Dekranasda selalu hadir untuk membantu perajin dan pelaku UMKM agar naik kelas, memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk serta menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi warga Jawa Barat," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar