Kamis, 17 September 2026

Farhan Dorong Dekranasda se-Jawa Barat Perkuat Kolaborasi dan Perluasan Pasar UMKM

Kamis, 17 September 2026 10:50 WIB
Farhan Dorong Dekranasda se-Jawa Barat Perkuat Kolaborasi dan Perluasan Pasar UMKM
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat foto bersama seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota dalam rangka Rakerda Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, Selasa (15/9/2026).

Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan produk dan perluasan pasar bagi perajin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dilansir dari laman Jabarprov, hal itu disampaikan Farhan saat menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, pada 15 September 2026.

Farhan mengatakan, Rakerda harus menjadi ruang untuk membangun kerja sama antardaerah yang saling melengkapi dan menguatkan.

"Rakerda ini adalah platform kolaborasi antar kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Khususnya Dekranasda, harus menjadi kolaborasi yang saling melengkapi dan menguatkan," ujar Farhan.

Menurutnya, kolaborasi dapat diwujudkan melalui pertukaran pelaku usaha dan produk antardaerah. Produk UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat dapat dipromosikan di daerah lain, termasuk melalui Galeri Dekranasda Kota Bandung.

Farhan menilai langkah tersebut dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk sekaligus memperluas akses pasar.

"Kita di Kota Bandung mungkin sudah terlalu asyik dengan Kota Bandung-nya, kadang lupa ada sesuatu yang baru di Garut, ada sesuatu yang baru di Tasik, ada sesuatu yang baru di Bogor, mungkin juga tetangga kita di Cimahi," katanya.

Ia juga mendorong produk binaan Kota Bandung untuk dipasarkan ke daerah lain, seperti Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu, dan wilayah Jawa Barat lainnya.

"Peluang-peluang tersebut harus menjadi sebuah platform kerja sama dan kolaborasi di antara kita. Platform inilah yang harus dibina lewat komunikasi yang intens," tutur Farhan.

Selain pengembangan produk dan pasar, Farhan menekankan pentingnya memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM. Pemkot Bandung, kata dia, telah mempertemukan lebih dari 100 calon penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan komitmen pembiayaan mencapai Rp10,3 miliar.

Hingga saat ini, realisasi pembiayaan tersebut telah mencapai sekitar Rp2,4 miliar melalui kerja sama dengan Bank BJB.

"Kita akan dorong terus. Pengembangan ini juga akan menjadi platform kerja sama keuangan, akses modal dan peningkatan kelas para pelaku usaha menjadi pelaku usaha yang bankable," ujarnya.

Farhan menambahkan, upaya meningkatkan UMKM menjadi usaha yang bankable juga harus diiringi dengan pembenahan tata kelola, mulai dari pembukuan, penyusunan rencana bisnis hingga pengelolaan keuangan.

Ia berharap Rakerda Dekranasda Jawa Barat 2026 menghasilkan langkah konkret untuk membantu perajin dan pelaku UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas produk.

"Semoga bisa memberikan sebuah hasil yang memastikan bahwa Dekranasda selalu hadir untuk membantu perajin dan pelaku UMKM agar naik kelas, memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk serta menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi warga Jawa Barat," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Targetkan Pendapatan Rp7,46 Triliun pada APBD 2027
18 Stan UMKM Jateng Siap Tampilkan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026
Komisi VII DPR RI Kunjungi Tapanuli Utara, Soroti Penyaluran KUR dan Pemulihan UMKM
Sekda Jabar: UMKM Harus Berani Naik Kelas, Jangan Takut Gagal
Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Perluasan Pasar
Pascabencana, Pemko Medan Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital
komentar
beritaTerbaru