Sabtu, 15 Agustus 2026

Kementan Gandeng UNESA Bangun Basis Produksi Benih Kedelai di Jawa Timur

Sabtu, 15 Agustus 2026 09:40 WIB
Kementan Gandeng UNESA Bangun Basis Produksi Benih Kedelai di Jawa Timur
Kementan RI menggandeng UNESA untuk membangun basis produksi benih kedelai berkualitas di Jawa Timur.
Amran menyebut kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut sinergi Kementan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Kami sudah MoU dengan Pak Mendiktisaintek. Siapa yang berminat pada komoditas pertanian, termasuk peralatan pertanian, itu bisa langsung MoU dengan kita. Daripada membeli produk-produk dari luar negeri, kita harus bangga dengan produk-produk perguruan tinggi kita sendiri," ujarnya.

Ia menilai kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha merupakan penerapan konsep triple helix. Pemerintah berperan sebagai regulator, akademisi menghasilkan inovasi dan teknologi, sementara dunia usaha menjadi penggerak kegiatan ekonomi.

"Kalau triple helix dijalankan dengan baik, pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengusaha, kemudian akademisi menciptakan inovasi baru, negara ini kuat. Sangat kuat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyerahkan combine harvester kepada Hasan, salah satu mahasiswa yang diwisuda.

Amran berharap bantuan alsintan tersebut tidak hanya digunakan sebagai sarana praktik, tetapi juga dikelola secara produktif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung menjadi wirausaha di sektor pertanian.

"Kita berharap dia menjadi pengusaha yang tangguh. Insya Allah kami berikan combine. Pendapatannya bisa minimal Rp2 juta per hari. Kalau Rp2 juta, berarti Rp60 juta per bulan," ujarnya.

Menurut Amran, pendekatan tersebut penting untuk mengubah pandangan terhadap sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan manual. Dengan dukungan teknologi dan mekanisasi, pertanian dinilai dapat menjadi sektor usaha modern yang produktif dan menarik bagi generasi muda.

Modernisasi pertanian juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Mekanisasi memungkinkan proses pengolahan tanah, penanaman hingga panen dilakukan lebih cepat dan efisien.

"Pertanian modern adalah semua alat pengolahan tanah menggunakan alat dan mesin pertanian. Tujuannya apa? Planting index naik dari satu kali menjadi tiga kali, produktivitas juga naik, dan biaya bisa turun sampai 60 persen. Itulah pertanian modern," tegas Amran.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementan berharap kekuatan akademik perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium dan ruang kuliah.

Lahan, riset, teknologi, dosen, dan mahasiswa diharapkan dapat terintegrasi dalam ekosistem produksi pertanian untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Jika Terbukti Mainkan Harga Pakan
Kementan Genjot Produktivitas Sawit untuk Penuhi Kebutuhan CPO Program B50
Pemerintah Perluas Pengawasan Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi
Kementan dan TNI Percepat Cetak 7.000 Hektare Sawah Baru di OKI
Kementan Percepat Swasembada Gula, Target Tercapai dalam Dua Tahun
Mentan Amran Borong Inovasi ITS, Benih Jagung Rp10 Miliar hingga Traktor Amfibi
komentar
beritaTerbaru