Senin, 03 Agustus 2026

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Pastikan Keandalan Pasokan Energi Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 09:45 WIB
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Pastikan Keandalan Pasokan Energi Nasional
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough ke Terminal LPG Tanjung Sekong, Rabu (29/7/2026).

Cilegon (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat keandalan infrastruktur energi nasional melalui pengelolaan Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten.

Dilansir dari laman Pertamina, sebagai salah satu Objek Vital Nasional, terminal ini memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi dengan memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

Untuk memastikan operasional berjalan optimal, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough ke Terminal LPG Tanjung Sekong, Rabu.

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung keandalan fasilitas serta memberikan apresiasi kepada para pekerja yang menjaga kelancaran distribusi LPG bagi masyarakat.

"LPG bukan sekadar komoditas energi, tetapi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, keandalan pasokannya harus terus dijaga agar rumah tangga, UMKM, hingga industri dapat beraktivitas tanpa hambatan. Terminal LPG Tanjung Sekong memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Iriawan.

Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beroperasi pada 2012 dan dikembangkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) yang didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT.

Dengan throughput lebih dari 200 ribu MT setiap bulan, terminal ini menjadi salah satu pusat distribusi LPG terbesar di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Komisaris Utama meninjau berbagai aspek operasional, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Ia menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam menjaga keandalan operasi dan keamanan seluruh fasilitas. Selain memastikan keandalan operasional, Pertamina juga terus mendorong peningkatan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok.

Pemantauan stok secara real-time serta optimalisasi waktu sandar kapal dilakukan untuk mempercepat distribusi LPG ke berbagai daerah sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

Sejalan dengan transformasi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan, Terminal LPG Tanjung Sekong juga mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi, termasuk menjajaki pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa keandalan Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya ditopang oleh infrastruktur modern, tetapi juga oleh komitmen seluruh pekerja dalam menerapkan standar operasional dan HSSE secara konsisten.

"Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Dari sinilah pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga," ujar Baron.

Melalui penguatan keandalan infrastruktur, penerapan standar keselamatan yang tinggi, serta transformasi operasional berbasis digital dan berkelanjutan, Pertamina terus memastikan distribusi LPG nasional berjalan aman, andal, dan berkesinambungan guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina dan Pemprov Jabar Kembangkan Sampah Jadi Hidrogen dan Energi Bersih
Komisaris Utama Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi Lewat Kunjungan ke FT Tanjung Gerem
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Hilirisasi dan Energi Rendah Karbon
Kadisdik Jabar: Pendidikan HAM Sejak Dini Cegah Perundungan dan Diskriminasi
Alika Tsuraya Wakili Jawa Barat di LKS Nasional 2026 Bidang Teknologi Desain Grafis
Pemko Bandung Berangkatkan 40 Warga Kerja ke Jepang, Subsidi Pelatihan Bahasa hingga Rp10 Juta
komentar
beritaTerbaru