Kamis, 30 Juli 2026

Rico Waas Dorong PUD RPH Medan Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging

Kamis, 30 Juli 2026 16:35 WIB
Rico Waas Dorong PUD RPH Medan Kembangkan Cold Storage dan Hilirisasi Produk Daging
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD RPH Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (28/7/2026).

Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset melalui pengembangan fasilitas cold storage dan hilirisasi produk daging.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah agar tidak hanya bergantung pada pendapatan dari jasa pemotongan ternak, tetapi juga memiliki sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Arahan itu disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD RPH Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa.

Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, pimpinan perangkat daerah, Direktur Utama PUD RPH Irwansyah Gultom, serta jajaran direksi. Dalam arahannya, Rico meminta jajaran direksi tidak lagi bersikap pasif dalam mencari peluang usaha.

Ia menginstruksikan agar direksi aktif menawarkan proposal kerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, termasuk di Pulau Jawa, guna meningkatkan aktivitas bisnis PUD RPH.

"Kalau memang perlu, jemput bola. Datangi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, tawarkan proposal kerja sama. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang," tegas Rico.

Namun demikian, Rico mengingatkan bahwa upaya menarik investor harus dibarengi dengan pembenahan internal perusahaan. Menurutnya, tata kelola organisasi, sistem kerja, dan standar operasional perlu diperkuat agar calon mitra memiliki kepercayaan untuk berinvestasi.

Ia juga menyoroti kondisi pendapatan PUD RPH yang dinilai masih belum sebanding dengan aset yang dimiliki. Dengan luas lahan sekitar lima hektare, pendapatan perusahaan dinilai belum mampu menciptakan kondisi keuangan yang sehat.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah pemotongan sapi tertinggi masih berkisar 892 ekor per bulan. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong peningkatan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.

Selain meningkatkan volume usaha utama, Rico meminta PUD RPH memanfaatkan aset yang belum produktif melalui kerja sama dengan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu rencana yang didorong ialah pengembangan kawasan peternakan unggas, yang diawali dengan pengukuran lahan dan proses appraisal oleh KPKNL sebelum ditawarkan kepada investor.

Tak hanya itu, Rico juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas cold storage serta hilirisasi produk daging. Menurutnya, PUD RPH perlu mengembangkan berbagai produk olahan seperti bakso, kornet, dan produk turunan lainnya agar memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.

Sebagai tindak lanjut, Rico meminta direksi segera menyusun proposal pengembangan usaha yang lengkap dan profesional dalam waktu satu pekan. Proposal tersebut harus memuat rencana bisnis, analisis usaha, serta daftar perusahaan potensial yang dapat diajak bekerja sama.

Menutup arahannya, Rico menegaskan bahwa rapat evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi forum untuk merumuskan solusi dan memastikan PUD RPH berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Akhiri Akses Berbahaya Warga
Pemko Medan Rekomendasikan Sanksi Disiplin Ringan untuk ASN yang Diduga Langgar Kode Etik
Tiga Cucu Almarhum Eddy M Bukit Ukir Prestasi, Lulus Akpol dan Kedokteran
Port FC Taklukkan PSMS Medan 2-0 pada Laga Perdana Grup A Piala Presiden 2026
Sinergi 10 Provinsi Jadi Kunci, SID 2026 Promosikan Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera
Pemko Medan Siap Bantu RS Vina Estetika Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
komentar
beritaTerbaru