Selain meningkatkan volume usaha utama, Rico meminta PUD RPH memanfaatkan aset yang belum produktif melalui kerja sama dengan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu rencana yang didorong ialah pengembangan kawasan peternakan unggas, yang diawali dengan pengukuran lahan dan proses appraisal oleh KPKNL sebelum ditawarkan kepada investor.
Tak hanya itu, Rico juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas cold storage serta hilirisasi produk daging. Menurutnya, PUD RPH perlu mengembangkan berbagai produk olahan seperti bakso, kornet, dan produk turunan lainnya agar memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.
Sebagai tindak lanjut, Rico meminta direksi segera menyusun proposal pengembangan usaha yang lengkap dan profesional dalam waktu satu pekan. Proposal tersebut harus memuat rencana bisnis, analisis usaha, serta daftar perusahaan potensial yang dapat diajak bekerja sama.
Menutup arahannya, Rico menegaskan bahwa rapat evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi forum untuk merumuskan solusi dan memastikan PUD RPH berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (P3)
beritaTerkait
komentar