Bandung (buseronline.com) - Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk Gempolin sebagai upaya mendorong masyarakat memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah melalui kolaborasi serta pemanfaatan teknologi.
Program yang diperkenalkan, Rabu, itu mengintegrasikan pendataan digital, layanan pengangkutan
sampah, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pelayanan.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah di kawasan permukiman sekaligus membangun budaya peduli lingkungan melalui partisipasi aktif warga.
Hasil survei terhadap puluhan warga Kelurahan Gempolsari menunjukkan mayoritas responden merasakan peningkatan kualitas pelayanan sejak
Gempolin diterapkan.
Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, di mana warga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah sebagai langkah mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Sampah organik yang sebelumnya dibuang kini dimanfaatkan menjadi kompos, media tanam, hingga berbagai produk yang memiliki nilai guna.
Salah seorang responden mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami tidak hanya diajarkan cara mengelola
sampah, tetapi juga diajak memahami mengapa hal itu penting. Sekarang masyarakat lebih sadar bahwa setiap rumah memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan. Perubahan itu benar-benar kami rasakan," ujarnya.
Responden lainnya menilai semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama keberhasilan program Gempolin.
"Program ini membuat warga merasa memiliki. Pemerintah hadir mendampingi, masyarakat ikut bergerak, dan hasilnya dirasakan bersama. Lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat lebih kompak, dan kepedulian terhadap kebersihan semakin meningkat," tuturnya.
beritaTerkait
komentar