Kamis, 30 Juli 2026

Gempolin Ubah Pola Kelola Sampah Warga Gempolsari Lewat Kolaborasi dan Teknologi

Kamis, 30 Juli 2026 13:50 WIB
Gempolin Ubah Pola Kelola Sampah Warga Gempolsari Lewat Kolaborasi dan Teknologi
Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk Gempolin sebagai upaya mendorong masyarakat memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah melalui kolaborasi serta pemanfaatan teknologi, Rabu (29/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk Gempolin sebagai upaya mendorong masyarakat memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah melalui kolaborasi serta pemanfaatan teknologi.

Program yang diperkenalkan, Rabu, itu mengintegrasikan pendataan digital, layanan pengangkutan sampah, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pelayanan.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah di kawasan permukiman sekaligus membangun budaya peduli lingkungan melalui partisipasi aktif warga.

Hasil survei terhadap puluhan warga Kelurahan Gempolsari menunjukkan mayoritas responden merasakan peningkatan kualitas pelayanan sejak Gempolin diterapkan.

Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, di mana warga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah sebagai langkah mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik yang sebelumnya dibuang kini dimanfaatkan menjadi kompos, media tanam, hingga berbagai produk yang memiliki nilai guna.

Salah seorang responden mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami tidak hanya diajarkan cara mengelola sampah, tetapi juga diajak memahami mengapa hal itu penting. Sekarang masyarakat lebih sadar bahwa setiap rumah memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan. Perubahan itu benar-benar kami rasakan," ujarnya.

Responden lainnya menilai semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama keberhasilan program Gempolin.

"Program ini membuat warga merasa memiliki. Pemerintah hadir mendampingi, masyarakat ikut bergerak, dan hasilnya dirasakan bersama. Lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat lebih kompak, dan kepedulian terhadap kebersihan semakin meningkat," tuturnya.

Pemanfaatan aplikasi Gempolin juga dinilai mempermudah proses pendataan, pelayanan pengangkutan sampah, penyampaian informasi, serta pemantauan pelaksanaan program secara lebih transparan.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Gempolsari, Wahidin Sinaga, mengatakan inovasi tersebut dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Pelayanan publik yang baik bukan hanya memberikan solusi terhadap persoalan hari ini, tetapi juga membangun kebiasaan baik untuk masa depan. Gempolin hadir untuk membentuk budaya baru, yaitu budaya memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat menjadi pelaku utama perubahan, maka inovasi akan tumbuh secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Wahidin, hasil survei masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan inovasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan warga tanpa mengabaikan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ke depan, masyarakat berharap Gempolin terus diperkuat melalui perluasan edukasi lingkungan, pengembangan inovasi digital, peningkatan kapasitas warga, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pengalaman Kelurahan Gempolsari menunjukkan inovasi pelayanan publik dapat tumbuh dari kedekatan pemerintah dengan masyarakat dan semangat gotong royong. Gempolin pun diharapkan terus menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di Kota Bandung. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Perkuat Strategi STOP untuk Tekan Penularan HIV/AIDS
SMKN 13 Bandung Konsisten Cetak Prestasi di LKS Nasional Cloud Computing 2026
Pemko Bandung Percepat Transformasi Koperasi Menuju Ekonomi Kreatif dan Digital
Persib Bandung Taklukkan DPMM FC 1-0, Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
Pemerintah Perkuat Gerakan Jabar Berseka, Target Tangani 80 Persen Persoalan Sampah pada 2029
Buruan SAE Bandung Dipresentasikan di Forum Pangan Global untuk Perkuat Program MBG
komentar
beritaTerbaru