Iriawan juga menekankan pentingnya penerapan visible leadership, yakni kehadiran pemimpin secara langsung di lapangan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan aman dan seluruh potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini.
"Pemimpin perlu hadir langsung di lapangan, berdialog dengan pekerja, dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan aman. Termasuk berani menghentikan pekerjaan yang berisiko," ujarnya.
Mengusung tema Operational Capability Assurance, HSSE Jambore I Tahun 2026 menjadi wadah bagi seluruh insan Pertamina Group untuk meningkatkan kompetensi, menyelaraskan standar HSSE, serta memastikan kesiapan operasional di seluruh lini bisnis.
Melalui kegiatan tersebut,
Pertamina berharap penerapan prinsip HSSE semakin konsisten dalam setiap aktivitas kerja sehingga mampu menjaga keandalan operasional perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (R)
beritaTerkait
komentar