OKI (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama TNI terus mempercepat pembukaan 7.000 hektare sawah baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Dilansir dari laman
Kementan, program ini merupakan bagian dari percepatan cetak sawah nasional untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat swasembada pangan.
Hingga sekitar 20 hari sejak pekerjaan dimulai pada awal Juli 2026, lebih dari 130 hektare lahan telah berhasil dibuka. Capaian tersebut dinilai menunjukkan progres yang signifikan di salah satu kawasan prioritas pengembangan sawah baru nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, perluasan areal tanam menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
"Kita harus menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas. Itu kunci menuju swasembada pangan," ujar Amran.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target,
Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) bersama Inspektorat Jenderal melakukan supervisi dan monitoring langsung di Desa Tanjung Baru, Kabupaten OKI.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengatakan Sumatera Selatan mendapat target cetak sawah seluas 13.000 hektare pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 7.000 hektare berada di Kabupaten OKI.
Di Desa Tanjung Baru, luas lahan yang sedang dikerjakan mencapai 230 hektare. Pekerjaan meliputi pembukaan lahan, perataan lahan, hingga pengolahan tanah agar siap ditanami.
"Kegiatan konstruksi cetak sawah ini baru dimulai di awal Juli dengan target penyelesaian 90 hari. Namun dalam waktu sekitar 20 hari saja, sudah lebih dari 130 hektare lahan yang terbuka dan pengolahan tanah mencapai 30 hektare. Progres ini sangat cepat dan sesuai dengan harapan kita," kata Hermanto.
Inspektur Jenderal
Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi ketentuan administrasi.
"Semua sudah on schedule dan secara administrasi tidak ada yang menyimpang. Kami mengapresiasi jajaran Kopassus yang bergerak cepat sejak tahap persiapan dengan langsung menurunkan alat berat ke lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Kolonel TNI Damai Laksmono mengatakan pihaknya memanfaatkan kondisi cuaca untuk mempercepat pekerjaan. Selain membuka lahan, TNI juga menyinkronkan kegiatan dengan Brigade Pangan agar benih dan pupuk tersedia saat lahan selesai diolah sehingga petani dapat segera melakukan penanaman.
Program cetak sawah ini disambut positif masyarakat. Kepala Desa Tanjung Baru, Abu Bakar, berharap lahan yang selama ini tidak produktif dapat menjadi areal pertanian yang mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan warga desa.
"Kami berharap lahan yang selama ini tidak terjamah bisa menjadi lahan produktif sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi lebih makmur," katanya. (R)
beritaTerkait
komentar