Kamis, 09 Juli 2026

APBN Semester I 2026 Tetap Sehat, Pendapatan Negara Tumbuh Positif

Kamis, 09 Juli 2026 15:50 WIB
APBN Semester I 2026 Tetap Sehat, Pendapatan Negara Tumbuh Positif
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa didampingi lainnya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah memastikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I 2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dilansir dari laman Kemkeu, hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara menunjukkan pertumbuhan yang kuat, didukung oleh meningkatnya penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan capaian pada semester pertama tahun ini menunjukkan momentum penerimaan negara masih berada pada jalur yang positif.

"Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif," ujar Purbaya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa.

Dari sisi belanja, realisasi belanja pemerintah pusat hingga Semester I 2026 mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga pembayaran gaji aparatur, termasuk THR dan gaji ke-13.

Sementara itu, transfer ke daerah telah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN. Realisasi tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga terus menjalankan fungsi APBN sebagai shock absorber melalui kebijakan fiskal yang menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat.

"Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun 2026," kata Purbaya.

Hingga akhir Juni 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menilai angka tersebut masih berada pada level yang terkendali.

Ke depan, pemerintah akan terus menjaga kesehatan APBN dengan meningkatkan kualitas belanja dan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak.

"APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel," tutup Menteri Keuangan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Menkeu: APBN 2026 Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Pemerintah Tempatkan Dana Rp400 Triliun di Himbara, Menkeu Yakin Kredit Tumbuh hingga 15 Persen
Indonesia Tawarkan Lima Strategi Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Korea Selatan
Menkeu Purbaya Sidak Perusahaan Baja Asal Tiongkok di Pulogadung
Menkeu: Penguatan Fiskal Daerah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi yang Merata
komentar
beritaTerbaru