Kamis, 25 Juni 2026

IJD Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Jateng Prioritaskan Akses Wisata pada 2027

Kamis, 25 Juni 2026 20:35 WIB
IJD Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Jateng Prioritaskan Akses Wisata pada 2027
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengikuti peresmian bantuan IJD secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026).

Pati (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dari desa hingga perkotaan.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti peresmian bantuan IJD secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati, Selasa. Dilansir dari laman Jatengprov, peresmian program tersebut dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dari Sampang, Jawa Timur, dan diikuti sejumlah kepala daerah di Indonesia.

Menurut Luthfi, bantuan IJD sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

"Adanya Inpres Jalan Daerah akan membantu kabupaten/kota maupun provinsi, sebagaimana instruksi Presiden untuk menumbuhkan ekonomi baru dari pedesaan sampai kota," ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bantuan IJD Tahun Anggaran 2025 mencakup 30 paket pekerjaan penanganan jalan daerah dengan total panjang 132,62 kilometer dan nilai anggaran mencapai Rp493,284 miliar.

Proyek tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kabupaten Blora menjadi daerah penerima alokasi terbesar dengan penanganan jalan sepanjang 20,81 kilometer dan anggaran sebesar Rp93,21 miliar.

Luthfi mengatakan, keberhasilan program tersebut mendorong Pemprov Jawa Tengah kembali mengusulkan bantuan IJD untuk tahun 2026. Usulan tersebut meliputi penanganan jalan sepanjang 36,30 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 249,70 meter yang direncanakan dilaksanakan pada tahun anggaran 2027 apabila mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur pada 2027 akan difokuskan untuk mendukung sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi baru di daerah. "Roadmap pembangunan tahun 2027 adalah pariwisata. Prioritasnya jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, dan potensi ekonomi baru," tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi jalan provinsi.

Ia menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah kembali mencapai 94 persen pada 2026 setelah sempat menurun akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyebut bantuan IJD yang diterima daerahnya telah memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas wilayah, khususnya jalan perbatasan dan antarkecamatan.

Menurutnya, akses yang semakin baik telah membuka daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bahkan, nilai jual objek pajak (NJOP) dan pendapatan asli daerah (PAD) turut mengalami peningkatan. "Ke depan kami kembali diminta mengusulkan wilayah yang menjadi basis ketahanan pangan dan pariwisata agar dapat memperoleh bantuan IJD," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan di Sekolah
Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Dimulai, Lebih dari 800 Pendaftar Ikuti Tahap Penyaringan
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
49 Pengusaha Nasional Kunjungi Jawa Tengah, Bidik Peluang Investasi dan Kolaborasi
Pemprov Jateng Dorong Keterlibatan Ayah Lewat Gerakan Ambil Rapor dan Antar Anak Sekolah
komentar
beritaTerbaru