Rabu, 17 Juni 2026

Gerakan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare, Kementan Percepat Swasembada Pangan

Rabu, 17 Juni 2026 19:00 WIB
Gerakan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare, Kementan Percepat Swasembada Pangan
Kementan RI menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi dengan total areal tanam mencapai 52.510 hektare yang dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/6/2026).

Sumba Barat Daya (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi dengan total areal tanam mencapai 52.510 hektare.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat, menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional menuju swasembada pangan.

Gerakan Tanam Serempak dilakukan pada lahan hasil Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025. Secara nasional, target tanam terdiri atas Oplah 2024 seluas 25.200 hektare, Oplah 2025 seluas 25.170 hektare, dan lahan CSR 2025 seluas 2.140 hektare.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.

"Percepatan tanam menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera ditanami agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi dan memperkuat swasembada pangan," kata Amran dilansir dari laman Kementan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Gerakan Tanam Serempak merupakan upaya mempercepat peningkatan produktivitas lahan dan indeks pertanaman di berbagai daerah.

"Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak yang dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan diikuti 25 provinsi di seluruh Indonesia. Lebih dari 52 ribu hektare lahan kembali ditanami melalui gerakan ini," ujarnya.

Menurut Arsanti, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu fokus utama Kementan. Melalui percepatan tanam setelah panen, lahan diharapkan mampu ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun atau mencapai indeks pertanaman (IP) 250 hingga IP 300.

Selain pengawalan oleh penyuluh pertanian dan Brigade Pangan, Kementan juga terus mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern seperti rice transplanter dan drone pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

Gerakan Tanam Serempak dilaksanakan di tengah capaian positif sektor pertanian nasional. Saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 5,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Data Kementan menunjukkan hingga 10 Juni 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 450.749 hektare dengan indeks pertanaman 1,29.

Sementara Oplah 2025 mencapai 574.142 hektare dengan indeks pertanaman 1,31. Adapun lahan Cetak Sawah Rakyat telah tertanami seluas 58.028 hektare atau 95,44 persen dari target.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla mengapresiasi dukungan Kementan dalam pengembangan sektor pertanian di daerahnya.

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Tanam Serempak sebagai langkah konkret memperkuat produksi pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Melalui gerakan ini, Kementan berharap optimalisasi lahan produktif dapat terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan dan Siap Hadapi Tantangan Global
Ahmad Yohan Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Kawal Swasembada Pangan
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Panen Raya Jagung Polri Capai 3,9 Juta Ton, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Dorong Percepatan Swasembada Kedelai Nasional
Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras
komentar
beritaTerbaru