Sabtu, 13 Juni 2026

Borobudur Diproyeksikan Jadi Hub Wisata Jateng, Hubungkan Lima Daerah di Kawasan Keburejo-Gelangmanggung

Jumat, 05 Juni 2026 19:25 WIB
Borobudur Diproyeksikan Jadi Hub Wisata Jateng, Hubungkan Lima Daerah di Kawasan Keburejo-Gelangmanggung
Gagasan pengembangan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Temanggung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan kawasan Candi Borobudur sebagai pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menghubungkan sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung dalam kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan pergerakan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Gagasan pengembangan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus berfungsi sebagai hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di kawasan sekitarnya.

Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di berbagai negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama kemudian diarahkan untuk mengunjungi destinasi lain yang saling terhubung.

"Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur," ujar Luthfi.

Ia meminta agar konsep konektivitas antarwilayah segera dirumuskan secara rinci sebagai panduan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Selain memperkuat konektivitas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata.

Saat ini masing-masing daerah telah menyiapkan target pengembangan desa wisata baru, yakni 50 desa wisata di Kabupaten Magelang, 45 desa wisata di Purworejo, 35 desa wisata di Kebumen, 30 desa wisata di Temanggung, dan lima desa wisata di Kota Magelang.

"Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas," katanya.

Luthfi juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan event sebagai daya tarik wisatawan. Menurutnya, jumlah kegiatan yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar mampu mendongkrak kunjungan wisata dan menggerakkan perekonomian daerah.

"Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi," tegasnya.

Untuk memperkuat sinergi pengembangan kawasan, Pemprov Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan pengelola kawasan Candi Borobudur guna menyusun pola pengembangan yang tetap menjaga nilai dan kelestarian warisan budaya dunia tersebut.

Dalam forum yang sama, sejumlah kepala daerah menyatakan dukungannya terhadap upaya integrasi kawasan wisata tersebut.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai manfaat ekonomi Borobudur masih perlu diperluas agar lebih dirasakan masyarakat sekitar. Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah pembukaan kawasan Borobudur pada malam hari.

"Kami berupaya agar Borobudur bisa dibuka malam hari. Dengan begitu potensi okupansi perhotelan di Magelang bisa ikut terangkat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan pengembangan destinasi wisata Sindoro-Sumbing yang saat ini terus dikembangkan bersama komunitas lokal.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah mengusulkan penyusunan kalender event terpadu bagi seluruh wilayah aglomerasi guna menghindari benturan jadwal sekaligus memperkuat promosi kawasan secara kolektif.

"Kami ingin ada koordinasi dan kolaborasi untuk kalender event agar tidak bentrok. Bila memungkinkan dibuat kalender event bersama yang mencakup seluruh wilayah," katanya.

Melalui penguatan konektivitas destinasi, kolaborasi antardaerah, dan integrasi promosi wisata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Borobudur tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan seluruh kawasan Keburejo-Gelangmanggung secara berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat
Pemprov Jateng Gratiskan Pendidikan untuk 231 Ribu Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027
Jateng Jadi Provinsi dengan Peserta Cek Kesehatan Gratis Terbanyak di Indonesia
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
Pemprov Jateng Perkuat UMKM untuk Hadapi Pelemahan Rupiah
Gubernur Jateng: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Harus Libatkan Pemda
komentar
beritaTerbaru