Jumat, 05 Juni 2026

Borobudur Diproyeksikan Jadi Hub Wisata Jateng, Hubungkan Lima Daerah di Kawasan Keburejo-Gelangmanggung

Jumat, 05 Juni 2026 19:25 WIB
Borobudur Diproyeksikan Jadi Hub Wisata Jateng, Hubungkan Lima Daerah di Kawasan Keburejo-Gelangmanggung
Gagasan pengembangan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Temanggung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan kawasan Candi Borobudur sebagai pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menghubungkan sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung dalam kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan pergerakan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Gagasan pengembangan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus berfungsi sebagai hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di kawasan sekitarnya.

Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di berbagai negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama kemudian diarahkan untuk mengunjungi destinasi lain yang saling terhubung.

"Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur," ujar Luthfi.

Ia meminta agar konsep konektivitas antarwilayah segera dirumuskan secara rinci sebagai panduan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Selain memperkuat konektivitas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata.

Saat ini masing-masing daerah telah menyiapkan target pengembangan desa wisata baru, yakni 50 desa wisata di Kabupaten Magelang, 45 desa wisata di Purworejo, 35 desa wisata di Kebumen, 30 desa wisata di Temanggung, dan lima desa wisata di Kota Magelang.

"Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas," katanya.

Luthfi juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan event sebagai daya tarik wisatawan. Menurutnya, jumlah kegiatan yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar mampu mendongkrak kunjungan wisata dan menggerakkan perekonomian daerah.

"Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi," tegasnya.

Untuk memperkuat sinergi pengembangan kawasan, Pemprov Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan pengelola kawasan Candi Borobudur guna menyusun pola pengembangan yang tetap menjaga nilai dan kelestarian warisan budaya dunia tersebut.

Dalam forum yang sama, sejumlah kepala daerah menyatakan dukungannya terhadap upaya integrasi kawasan wisata tersebut.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
PAUD Emas Jadi Andalan Jateng Dukung Wajib Belajar 13 Tahun
Jateng Perkuat Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Minta Daerah Siaga Kekeringan
Ekspor Jateng Naik 19,53 Persen pada Januari-April 2026
Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027
Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru Ekonomi 2027
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026
komentar
beritaTerbaru