Minggu, 08 November 2026

Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan dan Siap Hadapi Tantangan Global

Rabu, 03 Juni 2026 16:40 WIB
Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan dan Siap Hadapi Tantangan Global
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan kini lebih siap menghadapi tantangan global dibandingkan banyak negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin.

"Dan sekarang kita sudah swasembada pangan. Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya dilansir dari laman Kementan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan menjadi salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia. Menurutnya, potensi tersebut harus menjadi modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, kelapa sawit, batu bara, nikel, serta komoditas pertanian lainnya yang sangat penting," katanya.

Meski demikian, Presiden menilai kekayaan alam Indonesia selama ini belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan berpihak kepada rakyat.

"Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri," ujarnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. Ia meminta agar kebutuhan petani, terutama pupuk, dapat dipenuhi secara tepat waktu dengan harga yang terjangkau. "Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar," tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional menjadi bagian penting dari strategi transformasi bangsa yang saat ini dijalankan pemerintah.

Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan hilirisasi sumber daya alam, koperasi, serta pembangunan ekonomi desa. "Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa," kata Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, pembangunan nasional harus memastikan rakyat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pertumbuhan ekonomi.

Penguatan sektor produktif, termasuk pertanian, dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

"Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain," pungkasnya.

Sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produksi, optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, serta penguatan kesejahteraan petani guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Dorong Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas, Kereta Api Bali Segera Dikembangkan
Bobby Nasution Siapkan Pembangunan Irigasi 7,5 Km di Langkat pada 2027
Prabowo Prihatin Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Prabowo Dorong Pembangunan SDM dan Cetak Pemimpin Masa Depan, Kadin Siap Dukung
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Sapi Perah Baru, Dukung Target Swasembada Susu Nasional
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Seluruh Siswa Kini Gratis
komentar
beritaTerbaru