Rabu, 17 Juni 2026

Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027

Sabtu, 30 Mei 2026 10:48 WIB
Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027
Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026).

Grobogan (buseronline.com) - Pemerintah kabupaten/kota di wilayah Kedungsepur menyatakan komitmennya mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada tahun 2027.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat.

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Turut hadir para kepala daerah dari Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota Semarang, dan Grobogan.

Bupati Demak Eisti'anah mengatakan, pihaknya siap mendukung target Pemprov Jateng dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis wisata ramah muslim.

"Kabupaten Demak siap mendukung dengan menetapkan usaha pariwisata ramah muslim di lima tempat. Target selanjutnya yaitu menetapkan produk yang tersertifikasi halal," ujarnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menambahkan, daerahnya akan mengembangkan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan kawasan Borobudur, Solo, Kopeng, dan Rawapening.

Selain itu, Kabupaten Semarang juga menyiapkan empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat halal sebagai dukungan terhadap wisata ramah muslim.

Sementara itu, Sekda Kota Salatiga Muthoin menyebutkan, tema pembangunan Kota Salatiga pada 2027 adalah pengembangan pariwisata dan ekosistem ekonomi kreatif yang ditopang sumber daya manusia unggul.

Untuk mendukung program tersebut, Pemko Salatiga telah menyerahkan lahan seluas sekitar 17 ribu meter persegi untuk pembangunan exit tol Taman Sari atau Patimura. "Harapan kami, kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan pariwisata dan perdagangan," katanya.

Menurutnya, Salatiga juga dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia sehingga banyak wisatawan mancanegara datang untuk mempelajari kehidupan toleransi di kota tersebut. Karena itu, pemerintah kota terus berkomitmen mengembangkan wajah kota, budaya, dan paket wisata.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga menegaskan kesiapan daerahnya menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan arah kebijakan Pemprov Jateng tahun 2027.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
UMKM Boyolali Tembus Pasar Internasional, Kreasi Kayukuu Raup Omzet Hingga Rp800 Juta per Bulan
KPK Apresiasi Jateng, Jadi Pilot Project Nasional Perizinan Tambang MBLB
Gubernur Jateng Pantau SPMB 2026, Tegaskan “No Titip-titip, No Jastip”
Jateng Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi terhadap Harga Bahan Pokok
Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat
Pemprov Jateng Gratiskan Pendidikan untuk 231 Ribu Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027
komentar
beritaTerbaru