Senin, 03 Agustus 2026

PMI Jateng Diminta Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana dan Kekeringan

Senin, 03 Agustus 2026 13:55 WIB
PMI Jateng Diminta Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana dan Kekeringan
Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (31/7/2026).

Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana. Selain pelayanan donor darah, PMI diharapkan semakin aktif dalam respons cepat, pelayanan kemanusiaan, hingga penanganan keadaan darurat.

Dilansir dari laman Jatengprov, permintaan tersebut disampaikan saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat.

Luthfi mengatakan, Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, rob, letusan gunung api, hingga kekeringan saat musim kemarau. Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PMI perlu terus diperkuat.

"PMI tidak hanya menangani donor darah, tetapi juga harus hadir dalam penanganan dapur umum, aksi kemanusiaan, penanganan awal saat terjadi bencana, bahkan ketika terjadi kecelakaan lalu lintas," ujar Luthfi.

Ia berharap kepengurusan baru PMI Jawa Tengah mampu menghadirkan inovasi dalam upaya mitigasi, penanganan, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, kemampuan melakukan respons cepat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.

Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto menegaskan pihaknya siap mendukung penanganan kebencanaan, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan, serta pemenuhan kebutuhan darah di Jawa Tengah. Menurut Haryanto, saat ini PMI Jawa Tengah memfokuskan penanganan pada bencana kekeringan.

Hingga kini, PMI telah mendistribusikan sekitar 2,2 juta liter air bersih ke 14 kabupaten/kota terdampak melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 unit truk tangki. Bantuan tersebut menjangkau 288 desa di 48 kecamatan dengan lebih dari 109 ribu penerima manfaat.

Selain itu, PMI Jawa Tengah bersama PMI kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait juga telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera berupa bantuan logistik senilai sekitar Rp1,7 miliar serta dukungan dana sebesar Rp2,2 miliar.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa PMI harus terus hadir dalam setiap penanganan bencana, baik banjir, kekeringan, maupun gempa bumi. "Semua bencana harus dibantu. PMI harus selalu aktif di mana pun di Indonesia sebagai bagian dari tugas kemanusiaan," ujar Jusuf Kalla.

Ia menambahkan, distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan telah dilakukan sejak bulan lalu dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Mentan Amran Tegaskan Komitmen Swasembada Susu, Peternakan Terpadu Brebes Siap Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Wagub Jateng Usulkan Pendidikan Vokasi Dimulai Sejak Jenjang SMP
Capaian Program Cek Kesehatan Gratis di Rembang Capai 42,49 Persen
Jateng Perluas Pemanfaatan CNG, Presiden Prabowo Jadikan Percontohan Nasional
KPK Awasi Pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Tengah, Cegah Gratifikasi dan Titipan Siswa
komentar
beritaTerbaru