Selasa, 11 Agustus 2026

Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027

Sabtu, 30 Mei 2026 10:48 WIB
Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027
Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026).

Grobogan (buseronline.com) - Pemerintah kabupaten/kota di wilayah Kedungsepur menyatakan komitmennya mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada tahun 2027.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat.

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Turut hadir para kepala daerah dari Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota Semarang, dan Grobogan.

Bupati Demak Eisti'anah mengatakan, pihaknya siap mendukung target Pemprov Jateng dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis wisata ramah muslim.

"Kabupaten Demak siap mendukung dengan menetapkan usaha pariwisata ramah muslim di lima tempat. Target selanjutnya yaitu menetapkan produk yang tersertifikasi halal," ujarnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menambahkan, daerahnya akan mengembangkan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan kawasan Borobudur, Solo, Kopeng, dan Rawapening.

Selain itu, Kabupaten Semarang juga menyiapkan empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat halal sebagai dukungan terhadap wisata ramah muslim.

Sementara itu, Sekda Kota Salatiga Muthoin menyebutkan, tema pembangunan Kota Salatiga pada 2027 adalah pengembangan pariwisata dan ekosistem ekonomi kreatif yang ditopang sumber daya manusia unggul.

Untuk mendukung program tersebut, Pemko Salatiga telah menyerahkan lahan seluas sekitar 17 ribu meter persegi untuk pembangunan exit tol Taman Sari atau Patimura. "Harapan kami, kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan pariwisata dan perdagangan," katanya.

Menurutnya, Salatiga juga dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia sehingga banyak wisatawan mancanegara datang untuk mempelajari kehidupan toleransi di kota tersebut. Karena itu, pemerintah kota terus berkomitmen mengembangkan wajah kota, budaya, dan paket wisata.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga menegaskan kesiapan daerahnya menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan arah kebijakan Pemprov Jateng tahun 2027.

"Program prioritas Kendal 2027 siap mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menjadi tema Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

Senada, Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, meski masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, pihaknya siap mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi dukungan dari seluruh pemerintah daerah di wilayah Kedungsepur. Ia menjelaskan, rembug pembangunan merupakan tindak lanjut Musrenbang yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana menyamakan persepsi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terkait arah pembangunan pada 2027. "Hari ini kita menyamakan persepsi, apa yang akan kita lakukan di tahun 2027," kata Sumarno.

Ia berharap, melalui kolaborasi dan diskusi yang terus dilakukan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dapat semakin meningkat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Festival Jateng Syariah 2026 Dorong UMKM dan Perkuat Ekosistem Halal
Pemprov Jateng Luncurkan Pedoman PAUD Emas untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini
PMI Jateng Diminta Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana dan Kekeringan
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Sinergi 10 Provinsi Jadi Kunci, SID 2026 Promosikan Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera
Jateng dan Fujian Perkuat Kerja Sama Investasi serta Pertukaran Pemuda
komentar
beritaTerbaru