Ke depan, pemerintah menargetkan defisit
APBN tahun 2026 berada di kisaran 2 persen. Sementara untuk
APBN 2027, defisit dirancang pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen sesuai arahan Presiden kepada DPR.
Suahasil menilai kombinasi antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi kekuatan utama Indonesia dibanding sejumlah negara lain yang memiliki defisit lebih besar namun pertumbuhan ekonominya rendah.
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintah akan mengarahkan kapasitas fiskal pada sektor-sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Selain itu, pemerintah juga akan memfokuskan peran
APBN pada layanan publik dan perlindungan sosial. Adapun investasi publik strategis akan dikelola melalui Danantara. (R)
beritaTerkait
komentar