Sabtu, 18 Juli 2026

Kemenkeu Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 10:43 WIB
Kemenkeu Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan kata sambutan dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan komitmennya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah tren global yang menunjukkan banyak negara mulai melonggarkan batas defisit fiskal.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan disiplin fiskal yang dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi bukti ketahanan APBN Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Senin.

Dalam paparannya, Suahasil menjelaskan pemerintah menerapkan adaptive budget policy atau kebijakan anggaran adaptif untuk menjaga resiliensi fiskal nasional. Salah satu implementasinya terlihat pada pengelolaan APBN 2025.

Menurutnya, pada awal 2025 Kemenkeu menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi inefisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemotongan anggaran hampir 9 persen di berbagai lini birokrasi.

"Kami berhasil menghemat anggaran hingga hampir Rp170 triliun tanpa mengganggu operasional pemerintahan," ujar Suahasil dilansir dari laman Kemenkeu.

Meski melakukan efisiensi besar, pemerintah tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,11 persen sepanjang 2025.

Ke depan, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun 2026 berada di kisaran 2 persen. Sementara untuk APBN 2027, defisit dirancang pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen sesuai arahan Presiden kepada DPR.

Suahasil menilai kombinasi antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi kekuatan utama Indonesia dibanding sejumlah negara lain yang memiliki defisit lebih besar namun pertumbuhan ekonominya rendah.

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintah akan mengarahkan kapasitas fiskal pada sektor-sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, pemerintah juga akan memfokuskan peran APBN pada layanan publik dan perlindungan sosial. Adapun investasi publik strategis akan dikelola melalui Danantara. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana SIBS ASEAN 2026 di Luar Malaysia
APBN Semester I 2026 Tetap Sehat, Pendapatan Negara Tumbuh Positif
Menkeu: APBN 2026 Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Ketahanan Kesehatan Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap
Indonesia Tawarkan Lima Strategi Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Korea Selatan
komentar
beritaTerbaru