Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai program prioritas Pemerintah Kota Medan melalui penguatan digitalisasi dan pelatihan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan, yang digelar di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemko Medan dengan platform marketplace Lazada.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Portal Medan, Wali Kota menekankan peran UMKM yang sangat strategis dalam menopang perekonomian, bahkan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, ia mengakui tantangan utama pelaku UMKM adalah konsistensi usaha.
“UMKM ini menarik, banyak yang mulai, tapi tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Masalahnya ada di perencanaan, strategi pemasaran, hingga ketidaksiapan memahami pasar,” ujar Rico Waas didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Diskop UKM Perindag Hendra Ridho, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar.
Rico Waas menekankan pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk, tetapi juga harus memahami strategi dari hulu ke hilir, mulai dari penentuan produk, target pasar, hingga teknik pemasaran yang tepat. Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang kini sangat bergantung pada platform digital.
“Sekarang ini orang bangun tidur sampai mau tidur lagi pegang gadget. Artinya, jualan harus masuk ke ruang itu. Digital marketing menjadi kunci,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada seremonial, tetapi harus diikuti tindak lanjut berupa inkubasi dan pendampingan bagi UMKM agar benar-benar naik kelas.
“Setelah pelatihan ini harus ada kelanjutannya. Kita siapkan inkubator, kita kurasi yang punya potensi, dan kita dorong sampai benar-benar naik kelas,” tegas Rico Waas.
Selain itu, pelaku UMKM diberi kesempatan mempresentasikan produk mereka secara langsung. Beragam produk ditampilkan, mulai dari olahan ikan teri dengan berbagai varian rasa, stik kentang rumahan, bawang goreng original, hingga keripik sambal resep turun-temurun.
“Produk kita ini punya nilai dan cerita. Tinggal bagaimana kita kemas dan pasarkan dengan baik agar dikenal luas,” ujar Wali Kota.
Menutup sambutannya, Rico Waas berharap kolaborasi dengan Lazada dapat menjadi langkah konkret untuk mendorong UMKM Medan naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa UMKM adalah bagian dari program prioritas Pemko Medan, sehingga pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi menjadi fokus utama.
“Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi, UMKM Medan bukan hanya bertahan, tapi bisa berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi kota,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Para peserta diberi pengetahuan praktis terkait promosi produk melalui digitalisasi, sebagai langkah nyata memperkuat daya saing usaha di era modern.
Pelatihan ini diharapkan menjadi awal transformasi UMKM Medan menuju usaha yang lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar