Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan melalui pembangunan ulang dan revitalisasi puluhan fasilitas kesehatan (faskes).
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menargetkan perbaikan total terhadap 31 puskesmas dan puskesmas pembantu dalam waktu dekat, dengan tiga di antaranya akan dibangun ulang.
Hal tersebut disampaikan Rico Waas usai meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan V Pasar II Barat, Kecamatan Medan Marelan, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKP2R) Kota Medan John Ester Lase, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, Sekretaris Dinas Kominfo Budi Hariono, Kepala Bagian Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan, serta Kepala UPT Puskesmas Rengas Pulau dr Voidance Bakara.
Saat meninjau sejumlah ruangan, dilansir dari laman Portal Medan, Rico Waas menemukan berbagai fasilitas yang membutuhkan perbaikan, mulai dari kondisi ruangan yang sempit hingga plafon yang mengalami kerusakan.
Ia memastikan Puskesmas Rengas Pulau menjadi salah satu prioritas untuk dibangun ulang, mengingat tingginya kepadatan penduduk di wilayah tersebut.
“Kami memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini layak untuk dibangun ulang. Nanti akan kami sesuaikan dengan kebutuhannya. Dalam satu atau dua bulan ke depan, proses pengerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Rico Waas.
Selain Puskesmas Rengas Pulau, proyek perbaikan fasilitas kesehatan ini juga akan menyasar 30 faskes lainnya di Kota Medan. Secara keseluruhan, terdapat 31 fasilitas kesehatan yang akan diperbaiki, terdiri dari tiga puskesmas yang akan dibangun ulang dan 28 lainnya akan direvitalisasi, termasuk puskesmas pembantu.
“Perbaikan total akan kita lakukan. Tiga puskesmas yang dibangun ulang berada di Medan Tuntungan, Medan Marelan, dan Medan Timur, sementara sisanya akan direvitalisasi,” jelasnya.
Rico Waas menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia tidak ingin pembangunan fisik yang dilakukan tidak diiringi dengan perubahan dalam pelayanan kesehatan.
“Jangan sampai gedungnya sudah bagus, tapi pelayanannya masih minimal. Pelayanan harus maksimal. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dunia kesehatan kita benar-benar berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami penundaan atau penolakan saat membutuhkan pelayanan medis di puskesmas.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Medan berharap dapat menghadirkan wajah baru pelayanan kesehatan yang lebih representatif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal. (R)
beritaTerkait
komentar