Kamis, 28 Mei 2026

Rico Waas Soroti Pentingnya Apoteker dalam Perawatan dan Edukasi Obat

Jumat, 27 Maret 2026 11:00 WIB
Rico Waas Soroti Pentingnya Apoteker dalam Perawatan dan Edukasi Obat
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumatera Utara di rumah dinasnya, Medan, Kamis (26/3/2026). (Dok/Portal Medan)
Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya peran apoteker dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien, terutama melalui pemberian pemahaman yang jelas kepada masyarakat terkait penggunaan obat, termasuk manfaat dan efek sampingnya.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Pengurus Daerah Sumatera Utara Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di rumah dinasnya, Kamis.

Menurutnya, apoteker tidak hanya berfungsi sebagai penyedia obat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kejelasan informasi yang diberikan dinilai mampu meningkatkan keamanan serta efektivitas pengobatan.

Selain itu, dilansir dari laman Portal Medan, Rico Waas juga menyoroti perlunya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap obat-obatan produksi dalam negeri. Ia mengungkapkan masih adanya kecenderungan masyarakat untuk berobat ke luar negeri, seperti ke Penang, termasuk dalam hal pembelian obat.

“Ini menjadi concern kita bersama. Apakah persoalannya ada pada harga atau kepercayaan. Kalau masyarakat sudah terbiasa membeli obat di luar negeri, maka obat dalam negeri akan sulit bersaing. Di sinilah peran apoteker, termasuk dalam hal edukasi dan pendekatan yang tepat,” ujarnya.

Rico Waas juga menyinggung pentingnya daya saing harga obat dalam negeri di tengah kompetisi global. Ia menilai perlu adanya pembahasan lebih mendalam terkait regulasi, distribusi, serta perbandingan antara obat paten dan generik.

Di samping itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara apoteker dan dokter dalam pemberian obat kepada pasien. Menurutnya, apoteker memiliki peran penting dalam melakukan verifikasi apabila terdapat keraguan terhadap kesesuaian obat dengan kondisi pasien.

“Apoteker menjadi penentu keberhasilan perawatan. Kolaborasi dengan dokter harus diperkuat, termasuk dalam memastikan obat yang diberikan benar-benar sesuai,” katanya.

Rico Waas berharap berbagai isu tersebut dapat menjadi pembahasan utama dalam Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Medan.

Dalam audiensi tersebut, IAI Sumut turut menyampaikan rencana pelaksanaan kongres dan PIT yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Medan.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua IAI Sumut Agustama, Sekretaris Imam Bagus, Bendahara Nelly Murni, dan Ketua PC IAI Medan Asyren Lubis. Turut hadir pula Staf Ahli Wali Kota Adlan serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan.

Pada kesempatan itu, Rico Waas menyampaikan sambutan baik sekaligus dukungan penuh Pemerintah Kota Medan terhadap penyelenggaraan perhelatan nasional tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Medan siap menjadi tuan rumah. Kami berharap komunikasi dan koordinasi terus terjalin untuk menyukseskan pelaksanaannya,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi profesi, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Medan dapat terus meningkat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemko Medan Beri Jaminan Kesehatan Korban Begal, Keluarga Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Rico Waas
Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru Ekonomi 2027
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026
Kakorlantas Polri: Keselamatan Lalu Lintas Merupakan Investasi Terbesar Bangsa
Sopir Taksi Online Diduga Ngamuk dan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR Pondok Pinang
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur 2026
komentar
beritaTerbaru