Senin, 06 April 2026

Pemprov Sumut Intensifkan Pengawasan dan Operasi Pasar untuk Tekan Kenaikan Harga

Dirgahayu Ginting - Kamis, 26 Februari 2026 06:18 WIB
Pemprov Sumut Intensifkan Pengawasan dan Operasi Pasar untuk Tekan Kenaikan Harga
Plh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut Yosi Sukmono memberikan keterangan terkait pengawasan harga dan operasi pasar di Medan, Senin (23/2/2026). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat pengawasan harga serta menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026 guna mencegah lonjakan harga bahan pokok. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Yosi Sukmono, mengatakan tren harga sejumlah komoditas saat ini mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali.

“Tren harga hortikultura telah menunjukkan penurunan dan lebih rasional. Sementara daging sapi relatif terkendali melalui koordinasi dengan Bulog dan produsen lokal. Kita memastikan stok dalam kondisi cukup dan suplai akan dipenuhi secara berkala sehingga mampu menjaga kestabilan harga,” ujar Yosi, Senin.

Menurutnya, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mencakup produsen, distributor, ritel modern, hingga pasar tradisional. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di tingkat konsumen.

“Kemudian dalam momen tertentu, bersama Satgas Pangan, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga tidak terlalu tinggi di pasar,” katanya.

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memantau ketersediaan komoditas utama. Jika terdeteksi adanya potensi kekurangan pasokan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga.

Selain pengawasan, operasi pasar telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Padangsidimpuan, dan Pematangsiantar. Beberapa kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng merek Minyakita, gula pasir, dan telur ayam dengan harga terjangkau.

“Komoditas yang dijual antara lain beras, Minyakita, gula pasir, dan telur ayam,” jelas Yosi.

Pemprov Sumut juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Tentu akan ada tindakan terhadap langkah-langkah seperti itu. Kami berharap produsen dan distributor dapat bekerja sama dengan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau membeli kebutuhan secara berlebihan. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan di Sumatera Utara dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Idulfitri.

“Belanja sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying. Stok komoditas pangan di Sumut dalam kondisi cukup,” pungkas Yosi.

Melalui pengawasan intensif dan pelaksanaan operasi pasar yang masif, Pemprov Sumut optimistis stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan Idulfitri dengan tenang tanpa tekanan lonjakan harga. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru