Tapanuli Tengah (buseronline.com) - Senyum para siswa di sejumlah sekolah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah perlahan kembali terlihat.
Setelah lebih dari tiga bulan berangkat ke sekolah tanpa seragam akibat harta benda rusak diterjang bencana, kini mereka kembali mengenakan seragam dan membawa perlengkapan belajar yang layak.
Sejak bencana melanda, sejumlah sekolah terpaksa memberikan dispensasi kepada siswa untuk mengenakan pakaian bebas. Banyak orang tua belum mampu membelikan seragam dan alat tulis baru karena masih fokus memperbaiki rumah dan memulihkan kondisi keluarga.
Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, Hans Hutauruk, mengungkapkan rasa harunya atas bantuan yang diterima pihak sekolah.
“Siswa dan guru kami banyak yang rumahnya terdampak. Awalnya banyak yang tidak masuk karena harus membantu orang tua membersihkan rumah. Dengan bantuan seragam dan alat sekolah ini, kami sangat bahagia. Siswa akhirnya bisa berseragam kembali dan guru-guru terbantu dengan peralatan rumah tangga,” ujarnya.
Dilansir dari laman PMI, bantuan tersebut menjangkau tiga sekolah yang terdampak cukup parah, yakni SMP Negeri 4 Sibabangun, SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, dan SD Negeri 155688 Muara Sibuntuon. Ketiganya ditetapkan sebagai prioritas setelah melalui proses asesmen dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.
Bantuan disalurkan oleh Palang Merah Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Pada Senin, PMI Sumut mendistribusikan 82 pasang seragam sekolah, 136 paket school kit, serta 9.600 paket buku dan alat tulis kepada para siswa.
Koordinator Lapangan PMI Sumut, Ade Yudiansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami akan senantiasa bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanganan pascabencana, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman,” katanya.
Tidak hanya siswa yang mendapat perhatian, para guru yang rumahnya turut terdampak juga menerima bantuan berupa 54 paket kompor gas lengkap dengan regulator, paket sembako, serta paket pakaian baru.
Melalui dukungan ini, PMI berharap para siswa kembali bersemangat mengikuti proses belajar mengajar meski masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembalikan aktivitas pendidikan secara normal di wilayah terdampak bencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar