Laguboti (buseronline.com) - Di usia yang telah memasuki kepala lima, Estomihi Hutagalung membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Pendeta Gereja Methodist Indonesia (GMI) tersebut resmi meraih gelar doktor (S3) dari Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta.
Dalam studi doktoralnya, Pdt Dr Estomihi Hutagalung MTh, mengangkat disertasi bertema teologi kontekstual berjudul “Hidup Bersama Roh Orang Meninggal” bagi jemaat Batak Toba di Gereja Methodist Indonesia (GMI) berdasarkan pendekatan Wesleyan Quadrilateral. Penelitian tersebut menggali praktik dan pemahaman iman jemaat dalam konteks budaya Batak Toba, serta merefleksikannya melalui perspektif teologi Wesleyan.
Sebagai ungkapan syukur atas capaian akademik tersebut, Pdt Estomihi menggelar ibadah bersama yang turut mengundang Pemerintah Kabupaten Toba di Gereja Methodist Indonesia Jemaat Getsemani Laguboti, Minggu (15/2/2026).
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, yang hadir bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan tersebut. Ia menyebut Pdt Estomihi sebagai sahabat sekaligus rekan diskusi sejak dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Toba.
“Kami berharap kebahagiaan Amang Pendeta semakin sempurna pada kesempatan ini. Kita sering berdiskusi pada waktu yang lalu, bahkan saling meminjamkan buku,” ujar Audi mengenang kebersamaan mereka beberapa tahun silam.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari ketekunan dan kegigihan Pdt Estomihi dalam menempuh pendidikan di tengah berbagai tantangan dan hambatan.
“Amang Pendeta berhasil melalui berbagai tantangan hingga menyelesaikan studi ini. Saat ini Amang telah memperoleh kebahagiaan yang luar biasa. Yakinlah, Amang Pendeta menemukan komunitas yang luar biasa untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan,” tambahnya.
Capaian akademik ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teologi kontekstual di tengah masyarakat Batak Toba serta memperkaya pelayanan gerejawi di lingkungan GMI. (Galung)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar