Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 harus menghasilkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Penegasan tersebut disampaikan Rico saat membuka secara resmi RKP 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu.
Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, narasumber dari Badan SAR, BBWS II Medan, Komunitas Siaga Bencana, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, direktur BUMD, hingga kepala puskesmas se-Kota Medan, Rico meminta seluruh jajaran meninggalkan pola kerja biasa dan mempercepat kinerja pembangunan.
“Kalau kita masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara-saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegas Rico.
Menurutnya, tahun 2026 harus menjadi momentum percepatan pembangunan, bukan pengulangan pola lama. Ia mengajak seluruh perangkat daerah bergerak solid sebagai satu tim dan keluar dari zona nyaman birokrasi.
Dilansir dari laman Diskominfo Medan, Rico juga menyoroti bencana banjir besar yang melanda Kota Medan pada akhir 2025, di mana 19 dari 21 kecamatan terdampak. Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa itu, katanya, menjadi alarm keras bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi sistem mitigasi bencana yang matang.
“Kota yang kuat bukan hanya yang terus membangun, tetapi yang siap pulih saat bencana datang,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, sistem peringatan dini, simulasi rutin, pembentukan relawan hingga tingkat kelurahan, serta integrasi dengan BPBD dan Basarnas. Strategi tersebut juga harus mencakup skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan pangan bagi warga terdampak.
Selain mitigasi bencana, Rico menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. Meski program Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan, menurutnya mutu layanan harus terus ditingkatkan.
“Masyarakat butuh dilayani, bukan hanya dilayani secara administratif. Profesionalisme dan empati tenaga kesehatan adalah kuncinya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kualitas rumah sakit dan puskesmas tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga kecepatan, ketepatan, serta sikap tenaga medis dalam melayani pasien.
Di bidang infrastruktur, Rico turut menyoroti kondisi jalan dan trotoar yang masih banyak mengalami kerusakan. Ia meminta perbaikan menyeluruh agar wajah kota semakin tertata dan nyaman.
“Saya menginginkan jalan dan trotoar di tahun ini harus bagus. Dengan begitu tata kota Medan akan semakin lebih baik,” katanya.
Lebih jauh, Rico memastikan arah pembangunan Medan selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penataan kawasan perkotaan yang tertata, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Penataan tersebut meliputi pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, serta pemerataan layanan dasar.
“Pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kota harus aman, sehat, dan nyaman,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Rico mendorong seluruh jajaran Pemko Medan untuk berani berinovasi dan menciptakan karya pembangunan yang berkelanjutan.
“Karya yang dihasilkan untuk pembangunan ini merupakan prestasi milik rekan-rekan sekalian. Kalau kita bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab, hasilnya akan menjadi kebanggaan Kota Medan di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan, Ferry Ichsan, menyebut RKP 2026 merupakan puncak rangkaian proses perencanaan lintas sektor. Forum ini menjadi wadah konsolidasi agar setiap program terfokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.
“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus terimplementasi dengan baik dan terukur,” ujar Ferry.
Melalui RKP 2026, Pemko Medan berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Medan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar