Tarutung (buseronline.com) - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, Kamis, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) serta menyerahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara serentak di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Peresmian digelar secara hybrid, dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, dengan kehadiran Menteri Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi mengikuti kegiatan secara daring bersama Wakil Bupati DrbDeni Parlindungan Lumbantoruan MEng, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon SH MHan, Wakapolres Tapanuli Utara, serta para pimpinan perangkat daerah, termasuk Kepala BPBD Taput Budiman Gultom ST MM, dan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Dusun Sibalanga, Kecamatan Adian Koting.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan apresiasi kepada Mendagri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat kepada daerah terdampak bencana.
Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota agar sebelum Ramadan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di posko pengungsian. Semua warga diharapkan telah menempati huntara, hunian hotel, atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Gubernur Sumatera Utara dan kepala daerah dalam mempercepat penyediaan huntara sebelum Ramadan. Ia menyatakan kegiatan ini dilaksanakan serentak di delapan kabupaten/kota terdampak bencana dengan total 1.300 unit huntara di seluruh lokasi.
Dalam laporannya, Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat menyampaikan bahwa pendataan rumah terdampak telah selesai diverifikasi secara by name by address (BNBA).
Dari 486 unit rumah terdampak, tercatat 258 unit rusak berat, 39 rusak sedang, dan 189 rusak ringan. Seluruh data telah disampaikan ke pemerintah pusat.
Untuk penanganan sementara, Pemkab Tapanuli Utara telah membangun 103 unit hunian tetap, 58 unit secara insitu (onsite), serta 40 unit huntara.
“Sejak hari ini, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian. Bantuan DTH telah disalurkan kepada 112 rumah tangga dan terus diusulkan bagi keluarga lainnya,” ujar JTP.
Bupati JTP menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara terpadu. Tujuannya adalah memulihkan kehidupan masyarakat dan mendorong kondisi yang lebih baik dibanding sebelum bencana.
Program pembangunan huntara dan penyaluran DTH ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat terdampak memiliki hunian layak dan kehidupan yang lebih aman menjelang Ramadan. (Galung)
beritaTerkait
komentar