Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan pelaksanaan proyek penguatan tebing Sungai Batang Serangan di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir dan mitigasi bencana, menyusul kondisi abrasi tebing sungai di sejumlah titik yang telah mendekati permukiman warga.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Rizal Hasibuan, mengatakan proyek penguatan tebing Sungai Batang Serangan telah masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) bidang pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dengan alokasi anggaran sebesar Rp45 M.
“Untuk tahun 2026, anggaran tersebut sudah kita tampung sebesar Rp45 M, salah satunya untuk menangani penguatan tebing Sungai Batang Serangan,” ujar Rizal Hasibuan usai temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu.
Ia menjelaskan, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Pemprov Sumut akan membangun tanggul permanen sepanjang 800 meter di sepanjang aliran Sungai Batang Serangan. Pekerjaan fisik ditargetkan dapat segera dimulai setelah seluruh proses kontraktual rampung.
“Harapannya di bulan tiga (Maret) semua proses kontrak sudah selesai, sehingga pembangunan bisa langsung berjalan,” jelasnya.
Rizal menambahkan, sebagai langkah penanganan awal saat masa tanggap darurat, Pemprov Sumut sebelumnya telah menurunkan alat berat dan membangun tanggul semi permanen di lokasi rawan abrasi. Pembangunan permanen pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari upaya tersebut.
“Pada masa tanggap darurat sudah dibangun tanggul semi permanen. Nah, di tahun 2026 ini kita lanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen yang dananya sudah dianggarkan,” katanya.
Pembangunan penguatan tebing Sungai Batang Serangan menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam menyediakan infrastruktur yang aman dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana. Sungai Batang Serangan juga telah ditinjau langsung oleh Gubernur Bobby Nasution pada akhir tahun 2025 untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.
Selain di Kabupaten Langkat, Pemprov Sumut pada tahun 2026 juga akan melaksanakan sejumlah proyek infrastruktur pengendalian banjir di daerah lain. Di antaranya rehabilitasi Waduk Tanjungpura di Kabupaten Langkat, pembangunan perkuatan tebing Sungai Aek Haidupan sepanjang 150 meter di Kabupaten Tapanuli Utara, serta perkuatan tebing Sungai Gomo sepanjang 100 meter di Desa Hilinawalo Fau, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.
Melalui berbagai proyek tersebut, Pemprov Sumut berharap risiko bencana banjir dan abrasi dapat diminimalkan, sekaligus memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar