Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan akan melanjutkan proyek pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), pada tahun 2026. Proyek strategis daerah tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada Maret 2026, setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya.
“Kita targetkan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot akan dimulai pada Maret 2026. Mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan segera,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Harry Rizal Hasibuan, dalam konferensi pers di Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Harry menjelaskan, pembangunan jalan kawasan Sipiongot telah masuk dalam program strategis daerah Pemprov Sumut. Proyek tersebut meliputi pembangunan ruas Sipiongot–batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer dengan anggaran Rp96 M, ruas Sipiongot–batas Tapanuli Selatan sepanjang 12 kilometer dengan anggaran Rp72 M, serta ruas Hutaimbaru–Sipiongot Paluta sepanjang 11,8 kilometer dengan anggaran Rp70,8 M.
Pembangunan infrastruktur jalan ini telah lama dinantikan masyarakat setempat. Selama puluhan tahun, akses jalan di kawasan Sipiongot mengalami kerusakan berat, berlumpur saat musim hujan, serta sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Kawasan Sipiongot ini dulu masih menjadi daerah tertinggal. Bahkan kalau kita lihat pada tahun 1980–1990-an, transportasi di kawasan ini masih harus dilalui dengan menunggang kuda,” ungkap Harry.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution untuk berkomitmen melanjutkan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot. Proyek ini sebelumnya sempat terhenti pada tahun 2025 akibat adanya proses hukum yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Baru kali ini, di bawah kepemimpinan Gubernur Pak Bobby, kawasan Jalan Sipiongot akan dibangun secara menyeluruh. Proyek ini tentu dapat mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini terpencil dan tertinggal,” kata Harry.
Lebih lanjut, Harry menegaskan bahwa pembangunan jalan di kawasan Sipiongot tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi infrastruktur, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya menghubungkan Kabupaten Padanglawas Utara dengan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu.
Selain itu, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, proyek ini diharapkan mampu memperlancar akses perekonomian masyarakat yang selama ini relatif terisolasi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka peluang investasi di kawasan tersebut.
“Dengan terbangunnya jalan ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses pusat-pusat layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, terutama ke wilayah Kecamatan Dolok. Konektivitas Sipiongot ke tiga kabupaten akan semakin terbuka,” pungkasnya.
Pemprov Sumut berharap proyek pembangunan Jalan Sipiongot dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan pembangunan di wilayah selatan Sumatera Utara. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar