Medan (buseronline.com) - Prof Muryanto Amin resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung khidmat di Auditorium USU, Rabu, dan dipimpin langsung Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Agus Andrianto.
Prosesi pelantikan diawali dengan penyampaian ucapan selamat dari sejumlah rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, kemudian dilanjutkan sidang terbuka MWA USU dengan agenda tunggal pelantikan rektor. Keputusan MWA tentang pengangkatan Prof Muryanto Amin dibacakan Sekretaris MWA, Prof Tamrin, sebelum pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan resmi.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof Fauzan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Harly Siregar, Wakapolda Sumut, pimpinan PTN dan PTS, unsur TNI, serta jajaran birokrasi.
Dalam sambutannya, Prof Muryanto menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi dan inovasi kampus agar USU memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut optimalisasi sumber daya manusia dan infrastruktur menjadi kunci penguatan peran universitas.
“USU harus berdampak dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia juga memaparkan berbagai capaian universitas serta target strategis ke depan, termasuk penguatan riset, kolaborasi industri, dan peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
Ketua MWA USU, Agus Andrianto, mengajak seluruh sivitas akademika bersatu membangun USU menjadi perguruan tinggi unggulan.
“Kami berharap USU dapat menjadi pusat riset dan penelitian unggulan serta mampu bersinergi dengan dunia industri,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan pilar utama dalam melahirkan generasi emas Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat, sehingga semangat kebersamaan harus terus diperkuat.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menilai pelantikan rektor baru menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan USU dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia menekankan generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus inovatif dan mampu menciptakan lapangan kerja.
“Harapan itu ada pada USU,” katanya.
Bobby juga berharap perguruan tinggi negeri maupun swasta dapat memberikan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana, sebagai bentuk kepedulian sosial.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof Fauzan menegaskan USU tidak boleh berjalan dengan ritme biasa.
“USU tidak bisa menjadi kampus biasa-biasa. Periode ini harus lebih baik dari sebelumnya. Jika tidak, maka USU rugi,” tegasnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi harus hadir menjawab persoalan masyarakat melalui inovasi dan pembaruan. Menurutnya, kampus harus memahami kebutuhan publik serta memastikan tata kelola bersih.
“Perguruan tinggi harus hadir dalam kesulitan masyarakat dan tidak boleh menjadi sarang korupsi,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, USU diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sumatera Utara maupun Indonesia. (RP)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar