Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya ketahanan, keindahan, dan keterpaduan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan trotoar sebagai cerminan wajah Kota Medan.
Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Tematik-II yang membahas penataan, pengembangan, dan pengelolaan infrastruktur sistem jaringan jalan serta trotoar, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Dalam arahannya, dilansir dari laman Diskominfo Medan, Rico Waas menyampaikan bahwa kesan pertama masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, terhadap sebuah kota sangat ditentukan oleh kerapian jalan, kenyamanan trotoar, serta tata kelola vegetasi yang menyertainya.
“Wajah kota itu terlihat dari apa yang dilewati masyarakat setiap hari. Jalan, trotoar, dan lingkungannya harus tertata rapi, nyaman, dan indah. Dari situlah orang menilai apakah sebuah kota maju atau tidak,” ujar Rico Waas.
Rico Waas menyoroti masih banyaknya infrastruktur jalan dan trotoar di Kota Medan yang belum memiliki standar ukuran dan desain yang seragam. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya transformasi Medan menuju kota metropolitan yang memiliki karakter dan estetika perkotaan yang kuat.
“Niat kita sudah baik, tetapi faktanya masih banyak infrastruktur yang belum rapi. Saya minta setiap ruas jalan dan trotoar memiliki standarisasi ukuran yang jelas. Penataan harus dimulai dari inti kota secara terencana, kemudian dilanjutkan ke wilayah pinggiran,” tegasnya.
Selain aspek estetika, Rico Waas juga menaruh perhatian pada ketahanan infrastruktur. Ia menyinggung persoalan trotoar yang kerap rusak akibat pertumbuhan akar pohon. Menurutnya, permasalahan tersebut harus dicarikan solusi teknis terbaik agar pembangunan yang dilakukan memiliki umur pakai yang panjang.
“Cari cara terbaik supaya akar pohon tidak lagi merusak trotoar. Saya ingin apa yang kita bangun tidak cepat rusak dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama,” kata Rico Waas.
Dalam menata wajah kota, Rico Waas menegaskan bahwa kehadiran vegetasi merupakan elemen yang tidak terpisahkan. Namun, vegetasi tersebut harus direncanakan sejak awal dan disesuaikan dengan karakter lingkungan perkotaan. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan jenis tanaman yang digunakan memiliki ketahanan yang baik sekaligus tetap menampilkan keindahan.
“DLH harus merencanakan tanaman apa yang digunakan, bagaimana perawatannya, dan pastikan tanaman tersebut kuat, tahan lama, tetapi tetap indah,” ujarnya.
Rico Waas juga menekankan pentingnya kerja terintegrasi antarperangkat daerah dalam setiap tahapan pembangunan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi ego sektoral yang berujung pada pekerjaan berulang di lokasi yang sama.
“Kalau bisa, semua dikerjakan sekali jalan. Jangan sampai hari ini dibangun, besok dibongkar lagi. Perencanaan dan penganggaran harus konkret, efektif, dan efisien. Kita harus melakukan penghematan dengan perencanaan yang matang,” jelasnya.
Terkait kualitas pengerjaan, Rico Waas memberikan penegasan khusus. Ia menginstruksikan Inspektorat Kota Medan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh vendor yang terlibat, guna memastikan tidak ada pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan.
“Saya tidak mau pengerjaan setengah-setengah. Vendor harus memberikan kualitas terbaik agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berumur panjang. Ini demi masa depan Kota Medan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup turut memaparkan rencana kerja dan program yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, sebagai bagian dari upaya penataan infrastruktur Kota Medan yang lebih tertib, indah, dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar