Medan (buseronline.com) - Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi dan muhasabah diri atas perjalanan hidup dan berbagai hal yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025.
Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri kegiatan Muhasabah, Tausiah, dan Doa Akhir Tahun yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Aula Kantor MUI Kota Medan, Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Kota, Senin.
Menurut Rico Waas, refleksi dan muhasabah diri menjadi hal penting untuk menyadari keterbatasan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
“Masih banyak kekurangan dalam diri kita dan kita jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kita hanya mampu berdoa semoga Allah SWT tidak memberikan cobaan di luar batas kemampuan yang kita miliki,” ujar Rico Waas.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak menggelar perayaan malam pergantian tahun. Sebagai gantinya, momentum akhir tahun akan diisi dengan kegiatan doa bersama.
Ia berharap melalui doa dan kebersamaan tersebut, seluruh masyarakat Kota Medan dapat saling menguatkan dan bersinergi dalam membangun kota. “Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari sifat iri dan dengki, dan kita semua dapat saling bahu membahu membangun Kota Medan,” katanya.
Rico Waas juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan, terlebih mengingat kondisi sebagian warga yang baru saja terdampak bencana.
“Rayakan dengan sederhana saja. Masih banyak saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, sehingga empati dan kepedulian sosial perlu kita tingkatkan,” imbaunya.
Menatap tahun 2026, Rico Waas menaruh harapan besar kepada MUI Kota Medan untuk terus melahirkan ulama-ulama muda yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang terbuka dan modern sangat dibutuhkan untuk merangkul generasi muda, sekaligus menjadi upaya preventif dalam mengantisipasi kenakalan remaja dan berbagai tindak kejahatan.
“Peran ulama sangat krusial dalam membimbing generasi muda agar memiliki kedekatan kepada Allah SWT melalui cara-cara yang bisa mereka terima di era digitalisasi saat ini,” pungkasnya. (P3)
beritaTerkait
komentar