Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan estimasi kerugian akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumut mencapai Rp9,98 T. Nilai tersebut merupakan akumulasi kerusakan lintas sektor berdasarkan hasil pendataan pemerintah provinsi.
Hal itu disampaikan Bobby usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Minggu.
“Kami dari Pemprov akan berupaya penuh mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut,” ujar Bobby.
Gubernur merinci sejumlah sektor yang mengalami kerusakan berat. Pada sektor infrastruktur, tercatat 23 ruas jalan nasional rusak, serta tiga jembatan nasional turut terdampak. Untuk infrastruktur provinsi, terdapat 25 ruas jalan dan lima jembatan yang mengalami kerusakan.
Kerugian juga dialami sektor pertanian. Total 4.359 meter saluran irigasi dan 26 titik tanggul mengalami kerusakan. Sebanyak 38.878 hektare lahan pertanian terdampak, termasuk 5.750 hektare lahan yang mengalami puso. Di sektor perkebunan, kerusakan mencapai 28.328 hektare, sementara sektor peternakan melaporkan 161.949 ekor ternak terdampak.
Di sektor pendidikan, tercatat 397 sekolah rusak, meliputi jenjang SMA, SMK, SLB, SD, dan SMP. Sektor kesehatan tak luput dari dampak, dengan kerusakan pada 18 rumah sakit, 25 puskesmas, 19 puskesmas pembantu, serta 9 polindes.
Kerusakan di sektor perumahan juga cukup besar, yaitu 99.169 unit rumah terdampak. Sebanyak 131 rumah ibadah juga mengalami kerusakan.
Pemprov Sumut mencatat sebanyak 420.631 KK atau 1.578.014 jiwa terdampak bencana. Jumlah pengungsi mencapai 10.902 KK atau 45.032 jiwa.
Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa dengan total 330 orang meninggal dunia, 650 orang luka-luka, dan 136 orang masih dinyatakan hilang.
“Pencarian terus kita lakukan. Semua akan terus di-update. Kita akan upayakan pembukaan akses, terutama pada titik yang masih terisolir,” kata Bobby.
Bobby menyebutkan masih terdapat 13 kecamatan yang terisolir akibat rusaknya akses darat. Kendati demikian, distribusi bantuan logistik dipastikan tetap berjalan.
“Secara distribusi bantuan, semua sudah terjangkau. Kecamatan yang terisolir hanya pada akses daratnya, tetapi bantuan tetap sampai,” ujar Bobby.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Gubernur, Bupati/Wali Kota, hingga unsur TNI/Polri dan relawan yang telah bekerja sama menangani bencana.
“Terima kasih, semuanya bekerja keras. Ini tantangan bagi kita, tetapi juga menguji kekuatan kita. Kita pernah mengalami musibah besar, dan dengan kerja sama serta kekompakan, kita mampu menghadapinya. Kita buktikan bahwa kita bekerja tanpa lelah,” kata Presiden.
Pemprov Sumut menegaskan komitmen untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur, layanan publik, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak hingga seluruh wilayah dapat kembali pulih. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar