Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni RI, Raffi Ahmad, atas bantuan senilai Rp5 M untuk penanganan korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima kedatangan Utusan Khusus Presiden yang dipimpin Prio Bagja bersama tim, di Gedung Bhakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution No 7 Medan, Sabtu. Turut hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut.
Dalam pertemuan itu, Bobby memaparkan kondisi terkini penanganan bencana. Berdasarkan laporan Posko Darurat Bencana Sumut, total 1.531.938 jiwa atau 407.256 KK terdampak banjir dan longsor. Sementara itu, 37.158 jiwa atau 9.311 KK harus mengungsi.
Selain itu, tercatat 318 jiwa meninggal dunia, 647 jiwa mengalami luka-luka, dan 123 jiwa masih dalam pencarian.
“Total ada 13 kabupaten dan 5 kota yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas di berbagai sektor, mencakup infrastruktur jalan dan jembatan nasional maupun provinsi, fasilitas irigasi, sektor ekonomi, sosial, perumahan, pertanian, perkebunan, perikanan, pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, hingga kawasan pemukiman warga.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan Raffi Ahmad untuk menyampaikan apresiasi secara pribadi.
“Terima kasih Aa Raffi atas bantuannya. Semoga sehat, sukses, dan bantuannya segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana,” ucap Bobby.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad menyampaikan doa bagi masyarakat Sumut yang tengah mengalami masa sulit.
“Tetap semangat Pak Gubernur. Semoga semuanya berjalan lancar dan korban bencana diberikan kekuatan,” ujar Raffi melalui sambungan video.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana di wilayah-wilayah terdampak. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar