Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong terbangunnya kolaborasi antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Pulau Sumatera sebagai upaya mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan daerah. Inisiatif ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis.
Dalam paparannya, Bobby menjelaskan bahwa kolaborasi antar-BPD dapat dilakukan melalui tiga skema utama, yakni investasi terintegrasi, sindikasi pembiayaan regional, dan konsorsium Corporate Social Responsibility (CSR). Ketiga skema tersebut dinilai mampu memperkuat pembiayaan program prioritas di masing-masing provinsi.
“Tentu kita perlu mempererat hubungan dengan seluruh provinsi di Pulau Sumatera, karena ini butuh kolaborasi yang kuat. Apalagi tahun 2026 ada penyesuaian Transfer ke Daerah, jadi kita perlu terus berinovasi agar pembangunan tetap berjalan maksimal,” ujar Bobby.
Bobby menyampaikan bahwa meskipun setiap provinsi memiliki prioritas pembangunan yang berbeda, banyak di antaranya yang saling beririsan. Hal inilah yang membuat kerja sama regional menjadi penting agar pembangunan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Di sinilah kita butuh kolaborasi yang kuat. Kita bersama-sama merumuskan pembangunan apa yang bisa dilakukan bersama, yang memberikan dampak besar bagi perekonomian dan mendorong Sumatera tumbuh lebih baik lagi,” tegasnya.
Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat menegaskan bahwa infrastruktur merupakan elemen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang baik akan meningkatkan efisiensi industri, pariwisata, hingga logistik.
“Infrastruktur salah satu sektor yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini juga dapat menurunkan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang di Sumatera masih cukup tinggi. Mudah-mudahan skema kolaborasi BPD ini bisa cepat direalisasikan,” ujar Rudy.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut M Armand Effendy Pohan, Kabiro Perekonomian Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Bapelitbang Dikky Anugerah, serta jajaran Perwakilan BI Sumut. Hadir pula Kabid IKP Diskominfo Sumut Porman Mahulae dan sejumlah OPD terkait lainnya.
Inisiatif kolaborasi antarbanka daerah ini diharapkan menjadi terobosan dalam penguatan kapasitas fiskal provinsi-provinsi di Sumatera, sehingga pembangunan prioritas dapat berjalan berkelanjutan meski terjadi penyesuaian anggaran di tahun mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar