Selasa, 07 April 2026

Program JASKOP Gagas Bobby Nasution, Stabilitas Pangan Sumut Terjaga

Dirgahayu Ginting - Rabu, 12 November 2025 11:23 WIB
Program JASKOP Gagas Bobby Nasution, Stabilitas Pangan Sumut Terjaga
Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo memberikan pandangan terkait Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) dalam sesi podcast EP TV di Kampus USU, Medan, Senin (10/11/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) yang digagas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya dinilai sebagai kunci stabilitas pangan di provinsi ini.

Pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, menilai JASKOP sebagai langkah strategis Pemprov Sumut dalam menjaga kestabilan harga pangan melalui penguatan produksi dan distribusi komoditas.

“Program JASKOP ini bagian dari upaya Pemprov Sumut menjaga stabilitas harga pangan. Salah satunya dengan membangun fasilitas seperti Solar Dryer Dome (SDD) untuk membantu petani mengeringkan hasil panen dan menjaga kualitasnya, sehingga harga bisa lebih stabil,” ujar Wahyu di Medan, Senin.

Menurut Wahyu, pelaksanaan program ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan produksi pangan sepanjang tahun 2025.

Program JASKOP juga berpotensi menekan laju inflasi, melindungi petani dari kerugian saat panen raya, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan harga komoditas yang terjangkau.

“Untuk menjaga stabilitas pangan dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Pemprov Sumut, TPID, Bulog, hingga Satgas Pangan. Sinergi ini penting agar ketersediaan bahan pokok terjamin, produksi dan distribusi lancar, serta harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen tetap seimbang. Program JASKOP bisa disebut sebagai kunci menjaga stabilitas pangan di Sumut,” tegasnya.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menambahkan, sejumlah tanaman pangan dan hortikultura mempengaruhi naik-turunnya inflasi, seperti padi, cabai merah, dan bawang merah.

Melalui JASKOP, Dinas Ketapang dan Hortikultura Sumut telah menyiapkan berbagai strategi pengendalian inflasi, antara lain peningkatan luas tanam melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, penggunaan benih unggul bersertifikat, pengembangan jaringan irigasi tersier dan kuarter, serta pembuatan embung dan pompanisasi.

“Selain itu, kami melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman, penanganan dampak perubahan iklim, pengaturan pola tanaman, serta peningkatan kapasitas petani dan petugas melalui pelatihan dan Bimtek terkait pengembangan budidaya,” jelas Timur.

Dirinya berharap JASKOP dapat meningkatkan produksi pertanian Sumut sehingga swasembada pangan tercapai sesuai target Presiden RI Prabowo Subianto. Diperkirakan, produksi beras Sumut periode Januari–Desember 2025 mencapai 2.293.733 ton, sementara kebutuhan provinsi sebesar 1.720.687 ton.

Komoditas lain seperti jagung diperkirakan produksi 1.657.292 ton dan kebutuhan 1.496.779 ton. Produksi cabai merah mencapai 248.428 ton dengan kebutuhan 121.482 ton, sedangkan cabai rawit diperkirakan 116.122 ton dengan kebutuhan 53.072 ton.

“Diperkirakan pada 27 Oktober hingga 10 November 2025, sejumlah daerah seperti Simalungun, Padangsidimpuan, Karo, Pakpak Bharat, Dairi, Tapanuli Selatan, dan Langkat mengalami panen cabai merah. Luas areal panen sekitar 520 hektare dengan potensi produksi mencapai 4.983 ton. Diharapkan tambahan panen ini turut menstabilkan harga cabai,” kata Timur.

Program JASKOP menjadi bukti langkah strategis Pemprov Sumut dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah fluktuasi harga komoditas. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru